Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahasiswa Unanda Palopo Dipukul hingga Rahang Bergeser, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Rumah tersebut selama ini menjadi tempat berkumpul sekaligus sekretariat mahasiswa Fakultas Pertambangan Unanda Palopo.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ansar
Tribunnews.com/Tribun-timur.com / Nandini
POLRES PALOPO - Potret AY, terduga pelaku penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Andi Djemma Palopo saat diamankan. Peganiayaan itu bermula karena rasa tidak nyaman AY dengan aktivitas korban dan rekan-rekannya. (sumber: Humas Polres Palopo) 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Polisi amankan seorang pria berinisial AY yang diduga menganiaya mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo hingga mengalami pergeseran rahang.

Korban diketahui bernama Andi Alquais (21).

Kejadian tersebut terjadi di rumah korban, Jalan YS Memed, Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Senin (24/11/2025) malam.

Rumah tersebut selama ini menjadi tempat berkumpul sekaligus sekretariat mahasiswa Fakultas Pertambangan Unanda Palopo.

Aktivitas para mahasiswa yang kerap berlangsung hingga larut malam disebut membuat warga sekitar resah.

Warga merasa terganggu dengan kebisingan, bahkan khawatir situasi tersebut dapat memicu keributan atau masalah keamanan di lingkungan mereka.

Dipicu rasa tidak nyaman itu, AY mendatangi rumah korban dan menegur para mahasiswa.

Namun teguran tersebut tidak diindahkan.

Diduga tersulut emosi, AY kemudian memukul rahang korban menggunakan kepalan tangan.

Akibat pukulan itu, korban mengalami pergeseran rahang dan dilarikan ke Rumah Sakit Mega Buana untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Palopo.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi bergerak dan mengamankan AY di kediamannya.

“Kami menerima laporan penganiayaan di wilayah Songka. Pelaku sudah diamankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada wartawan Tribun-Palopo, Andi Bunayya Nandini, Selasa (25/11/2025).

AKP Marsuki mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan.

Ia menegaskan setiap masalah sebaiknya diselesaikan dengan cara baik dan melalui mekanisme yang berlaku.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved