Opini
Domino, Taktik dan Logika
Saya pun hadir menyaksikan langsung pengukuhan cabang olahraga ini yang sudah menjadi salah satu olahraga yang resmi dan berbadan hukum.
Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir
Founder Anak Makassar Voice
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari Rabu lalu telah dikukuhkan Pordi atau persatuan olahraga domino Indonesia dari Sulawesi Selatan. Kegiatan itu terlaksana di malam hari pukul 20.00 WITA sampai selesai.
Ada banyak fungsionaris yang hadir hingga tampak panggung terkesan tidak cukup.
Antusiasisme pengunjung dan pengurus menjadi penanda bahwa olahraga domino ini sungguh memiliki peminat yang banyak dari semua kalangan.
Saya pun hadir menyaksikan langsung pengukuhan cabang olahraga ini yang sudah menjadi salah satu olahraga yang resmi dan berbadan hukum.
Sejak tahun 2022 berdasarkan surat keputusan Kemenkumham nomor AHU-006864.AH.01.07.
Artinya, Pordi yang memiliki daya tarik dan amat digemari oleh banyak kalangan ini resmi berbadan hukum, oleh karenanya dipandang banyak hal-hal positif yang terkandung di dalamnya.
Santer kedengaran bahwa olahraga ini kadang-kadang dilekatkan pada perjudian.
Karena ada unsur pertaruhan di dalamnya, hal lainnya karena adanya pelibatan materi dan seterusnya.
Bahwa domino ini sebaiknya tidak dipandang dari sisi yang begitu rapuh dan tabu. Melainkan dari sisi bahwa kompetisi domino ini juga banyak terkandung nilai-nilai kebaikan di dalamnya.
Sejarah Domino
Pada masa lampau menurut catatan sejarah dari berbagai referensi menyebut bahwa domino hadir dan lahir pertama kali pada abad ke 12 di Tiongkok.
Kemudian menyebar ke Eropa dan sekitarnya pada abad ke 18 dengan segala macam adaptasi dan kebaharuannya.
Mulai dikenal dan populer di Indonesia pada abad ke 17 dan 18. Menurut berbagai referensi nama “domino” berasal dari jubah hitam pendeta Kristen yang menyerupai ubin double-one.
| Dosa Sosial, dan Kelalaian Negara di atas Saluran Drainase |
|
|---|
| KPK VS Akal Sehat : Menjerat Gus Yaqut Tanpa Kerugian Negara |
|
|---|
| Insinyur untuk Kemandirian Pangan |
|
|---|
| Kekerasan dan Child Grooming: Urgensi Perlindungan Anak |
|
|---|
| Board of Peace: Ilusi Perdamaian dan Arogansi Moral AS hingga Posisi Politik Etis Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-26-Andi-Yahyatullah-MuzakkirFounder-Anak-Makassar-Voice.jpg)