Adakah Isra Tanpa Mi‘raj?
Makna Isra Mi‘raj sebagai keseimbangan gerak sosial dan kedalaman spiritual di era modern saat ini.
Bagaimana memakainya di era kini? Isra Mi‘raj mengajarkan keseimbangan antara kerja sosial dan kedalaman spiritual. Antara kecepatan inovasi dan kebijaksanaan nilai.
Ia menuntun kita membangun pemimpin yang mampu berjalan di bumi dengan rendah hati (Isra), sekaligus menatap langit dengan kesadaran moral (Mi‘raj). Pemimpin yang tidak hanya cakap mengelola sistem, tetapi juga menjaga arah.
Pelajaran yang patut ditiru dan diimplementasikan bukan sekadar ritual peringatannya, melainkan etosnya berupa keberanian bergerak melintasi batas (Isra), berani naik melampaui ego (Mi‘raj).
Di tengah krisis kepemimpinan, polarisasi sosial, dan kelelahan moral, Isra Mi‘raj mengingatkan kita bahwa perubahan sejati dimulai dari pendakian batin, lalu diturunkan menjadi kerja nyata.
Maka, adakah Isra tanpa Mi‘raj? Mungkin ada perjalanan, tetapi tanpa tujuan. Ada gerak, tetapi tanpa arah. Isra Mi‘raj adalah undangan abadi: berjalanlah di bumi dengan penuh tanggung jawab, dan naiklah ke langit nilai agar setiap langkah memiliki makna.(*)
| Ekosistem Hidup yang Over Eksploitatif dan Seni Berhenti Sejenak |
|
|---|
| Doa yang Dibaca Saat Isra Miraj: Mohon Keberkahan |
|
|---|
| Bupati Gowa Sebut Peringatan Isra Mi'raj Momentum Perkuat Keimanan |
|
|---|
| Isra Miraj di Polres Bulukumba, KH Abdul Hakim Tekankan Pentingnya Salat Lima Waktu |
|
|---|
| Bacaan Doa Isra Miraj, Tahun Ini Diperingati Hari Jumat 14 Januari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/OPINI-Muliadi-Saleh.jpg)