Mr Qodari: No Guts No Glory
AM Putranto menghentikan sambutan dan mengusap mata di ruangan lobby bangunan bina graha
Nama Muhammad Qodari dikenal luas sebagai peneliti, pengamat politik, pemimpin lembaga survey, narasumber di berbagai seminar dan televisi, dan kolumnis yang produktif. Ia terbilang sosok perantau yang sukses.
Qodari mengilas-balik perjuangannya “menyapa kejamnya ibu kota”. Termasuk saat meninggalkan kota Lampung (Qodari lulusan SMA 2 Tanjung Karang, Lampung 1992) dengan tujuan Cililitan, Jakarta Timur. Untuk diketahui, terminal ini berada di utara Kota Bandar Lampung tepatnya di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Rajabasa yang berseberangan dengan pertigaan ke arah Universitas Lampung. Terminal ini menghubungkan Bandar Lampung dengan kota-kota di Sumatra, Jawa, Bali dan Lombok.
“Saya datang sendiri. Naik angkutan sendiri. Bawa koper sendiri…. Turun di terminal Cililitan. Waktu itu masih terminal, belum jadi mall seperti sekarang. Dari Cililitan naik mikrolet ke Pasar Minggu. Dari Pasar Minggu naik bus mini Kopaja ke Depok untuk meneruskan kuliah ke Universitas Indonesia,” kenangnya.
Di kalangan para sahabatnya, Qodari dikenal supel dan “ramai”. Bercanda adalah caranya menekan stress dan mencairkan suasana, di mana pun berada.
Ketika ada orang atau pihak yang diam-diam atau terang-terangan menyatakan tidak suka padanya, Qodari tidak akan pernah membalasnya dengan perasaan yang sama. Dengan santai ia mengatakan, “Biarin aja…. Yang senang saya pasti lebih banyak jumlahnya…..”
Pada satu bentang waktu, ketika masih aktif menjadi pembicara di berbagai forum seminar dan diskusi, Qodari sempat dijuluki “manusia bandara”. Betapa tidak, ia sangat sering terlihat di bandara untuk terbang ke berbagai kota menyambangi pihak yang mengundangnya.
Di jabatannya yang sekarang, Qodari sedang bertransformasi dari posisi pengamat menjadi pelaksana. Sebagai pejabat publik, tentu sorot kamera kepadanya semakin close up. Saatnya Qodari
mulai jeli memainkan bidikan media yang diarahkan kepadanya. Dan tentunya Mr Q punya talenta berselancar di rimba media.
Acara sertijab diakhiri dengan penyerahan buku memori tugas dari AM Putranto kepada Qodari. Dilanjut penyerahan cendera mata: sebuah bingkai berisi kolase foto-foto AMP dan selembar kain tenun dari Qodari kepada AMP. Sesaat, kedua "adik kakak" itu berangkulan erat. Hadirin menahan haru. Hening.
Seusai acara, AMP dan istri berpamitan. Mereka naik ke Jeep Defender, diiringkan seluruh keluarga besar KSP. "Terima kasih supportnya selama ini," pesan AMP. Jeep off road nya pun berlalu melambaikan Bina Graha. (*)
Penulis adalah jurnalis senior dan pegiat teater
| Unhas Satu-satunya Kampus Asal Sulsel Masuk 15 Besar Terbaik Indonesia, UI dan UGM Peringkat 1 dan 2 |
|
|---|
| Gelar Profesor Uceng Ternyata Wasiat Abba Mochtar Husein BA |
|
|---|
| JK, Anies, hingga Abraham, Ini Daftar Tokoh Nasional Saksi Pengukuhan Profesor Zainal Arifin |
|
|---|
| Wapres, 2 Mantan Capres dan 2 Mantan Cagub Hadiri Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar |
|
|---|
| Deretan Tokoh Hadiri Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar Putra Makassar di UGM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250919-Anto-Mukti-Putranto.jpg)