Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bebas Air Gelas Plastik hingga Transportasi Gratis di Melbourne

Selama april-mei 2026 Pemerintah Australia menggratiskan transportasi umum sebagai respon atas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alfian | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Alfian
KERETA LISTRIK - Pernumpang kereta listrik Melbourne, Australia, berswafoto, Kamis(14/5/2026). Selama april-mei 2026 Pemerintah Australia menggratiskan transportasi umum sebagai respon atas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. 

Soal wadah plastik ini hanya satu dari sekian upaya menjadikan Melbourne sebagai kota ramah lingkungan.

Transportasi publik dengan menggunakan tenaga listrik pun terus ditingkatkan.

Tram bisa dijumpai dengan mudah lalu lalang di jalan-jalan utama Melbourne dan ini menggunakan tenaga listrik.

Jalur Tram di Melbourne lebih dari 250 km dengan 24 rute yang semuanya dilayani lebih dari 500 unit.

Sehingga, nyaris hanya kisaran 10-15 menit saja ada saja tram yang tiba di halte.

Begitupun dengan kehadiran kereta listrik yang juga menjadi salah satu pilihan utama transportasi publik masyakarat Melbourne.

Kereta listrik ini melayani lebih banyak lagi penumpang setiap harinya dan dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Saat penulis berkunjung, seluruh tram dan kereta listrik di Melbourne digratiskan.

Pemerintah setempat membuat kebijakan gratis transportasi umum selama dua bulan sejak april hingga mei.

Kebijakan itu diambil respon atas krisis energi akibat konflik Amerika Serikat dan Israel vs Iran.

Bandingkan yang terjadi di Indonesia, khususnya Makassar.

KERETA LISTRIK - Ramainya penumpang kereta listrik Melbourne, Australia, Kamis (14/5/2026). Selama april-mei 2026 Pemerintah Australia menggratiskan transportasi umum sebagai respon atas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.
KERETA LISTRIK - Ramainya penumpang kereta listrik Melbourne, Australia, Kamis (14/5/2026). Selama april-mei 2026 Pemerintah Australia menggratiskan transportasi umum sebagai respon atas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. (Tribun-timur.com/Alfian)

Konflik di Timur Tengah mengakibatkan mengakibatkan adanya panic buying.

Antrean pembelian BBM di SPBU beberapa waktu lalu mengular baik siang hingga malam hari.

Kepanikan atas naiknya harga BBM tak terhindarkan.

Respon pemerintah sebatas work from anyware bagi ASN dan karyawan swasta agar katanya hemat energi.

Andai saja Makassar bisa meniru Melbourne, bus-bus digratiskan.

Kereta listrik dibangun, tram dihadirkan, antrean BBM perlahan pasti tak lagi terlihat di SPBU.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved