Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Profil Mufti Anam Anggota DPR RI Protes Keras Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Kader NU dan Ansor

Kondisi tersebut memaksa masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi yang kini harganya justru mengalami kenaikan signifikan.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
HARGA BBM - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. Ia protes keras kenaikan harga BBM nonsubsidi. (Dok. YouTube TV Parlemen ) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Mufti Aimah Nurul Anam sosok anggota Komisi VI DPR RI protes keras kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai berdampak luas hingga ke masyarakat ekonomi bawah, seiring sulitnya akses terhadap BBM subsidi di sejumlah daerah.

Kondisi ini memicu kritik keras Mufti Anam.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap situasi di lapangan.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” ujar Mufti dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/4/2026).

Di sejumlah daerah, ia menyampaikan,  masyarakat harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM subsidi, bahkan kerap kehabisan stok.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi yang kini harganya justru mengalami kenaikan signifikan.

“Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” lanjutnya.

Mufti menilai persoalan ini tidak lagi sekadar membedakan antara BBM subsidi dan nonsubsidi, melainkan menyangkut aspek keadilan bagi masyarakat.

“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat dan sensitivitas pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil,” tegasnya.

Ia juga menilai kebijakan tersebut berpotensi memindahkan beban ekonomi langsung kepada masyarakat, terutama ketika kelompok yang berhak atas subsidi tidak dapat mengaksesnya.

“Ketika yang berhak tidak bisa mendapatkan subsidi, lalu harga alternatifnya dinaikkan, maka beban langsung berpindah ke pundak rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Mufti mempertanyakan keputusan kenaikan harga di tengah kondisi global yang mulai membaik dan distribusi energi yang disebut semakin terbuka.

“Yang membuat heran, ketika situasi global mulai mereda, justru harga dinaikkan,” kata dia.

Mufti pun meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) segera memperbaiki distribusi BBM subsidi, terutama di daerah yang mengalami kelangkaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved