Prof Wahyu Antropologi Agama dan Prof Afif Guru Besar UIN Alauddin Pendidikan Islam Multikultural
Prof Wahyu pernah menimba ilmu lewat pengajian dari Anregurutta Abdul Malik di Belawa, Prof Afif adalah pimpinan Ponpes An Nahdlah Makassar
Ringkasan Berita:5 Dosen UIN Alauddin Makassar Terima SK Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode II Tahun 2025:* Prof Drs Wahyuddin Halim MA PhD* Prof Dr H Afifuddin Harisah Lc MAg* Prof Dr Asni SAg MHi* Prof Dr Abd Rauf Muhammad Amin Lc MA* Prof Dr Nur Syamsiah MPdI
TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mencatatkan capaian akademik penting. Sebanyak lima dosen UIN Alauddin Makassar resmi ditetapkan sebagai Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode II Tahun 2025 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Lima dosen UIN Alauddin Makassar yang menerima SK Guru Besar tersebut adalah Prof Dr Wahyuddin Halim PhD, Prof Dr Afifuddin Harisah, Prof Dr MAg, Drs Wahyuddin H MA, Dr Asni SAg MHi, Dr Abd Rauf Muhammad Amin Lc MA, dan D Nur Syamsiah MPdI.
Prof Wahyu, sapaan Wahyuddin Halim, Guru Besar bidang Antropologi Agama. Prof Afif, sapaan Afifuddin Harisah, di bidang Pendidikan Islam multikultural. Keduanya penulis kolom Ramadan Tribun Timur dan Tribun-Timur.com.
Prof Wahyu pernah menimba ilmu lewat pengajian dari Anregurutta Abdul Malik di Ponpes As'adiyah, Belawa, Wajo.
Prof Afif adalah putra Anregurutta Harisah Abduh Shafa, pendiri Ponpes An Nahdlah Makassar. Prof Afif kini Pimpinan Ponpes An Nahdlah dan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sulawesi Selatan.
Mereka ditetapkan menjadi Guru Besar melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang akan diserahkan secara resmi pada kegiatan Pembekalan dan Penyerahan KMA Guru Besar Rumpun Ilmu Agama yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada Senin, 15 Desember 2025, di Grand Serpong Hotel, Tangerang, Banten.
Kelima dosen tersebut dinyatakan lulus penilaian kenaikan jabatan fungsional Guru Besar setelah melalui proses evaluasi ketat oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) bersama Tim Penilai Jabatan Fungsional Dosen Rumpun Ilmu Agama Kementerian Agama.
Capaian ini menegaskan komitmen UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia akademik serta meningkatkan kontribusi keilmuan di bidang studi keislaman dan rumpun ilmu agama. Penambahan Guru Besar di lingkungan UIN Alauddin diharapkan semakin memperkuat peran universitas sebagai pusat pengembangan keilmuan, riset, dan pemikiran Islam yang moderat dan berakar pada tradisi akademik yang kuat.
Selain penyerahan SK, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan agenda pembekalan Guru Besar yang bertujuan mempertegas peran strategis profesor sebagai penggerak utama tridarma perguruan tinggi, pengembangan keilmuan, serta kontribusi intelektual bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan penambahan lima Guru Besar baru ini, UIN Alauddin Makassar semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan produktivitas akademik dan kualitas dosen yang terus meningkat di tingkat nasional.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/15122025GuruBesarUIN.jpg)