Daftar Polisi Diduga Diperas Kombes Julihan Muntaha Kabid Propam Polda Sumut, Ada hingga Rp1 M
Julihan Muntaha bekerjasama Kompol Agustinus Chandra Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut.
Ringkasan Berita:
- Kombes Julihan Muntaha, Kabid Propam Polda Sumut, terseret dugaan pemerasan terhadap sejumlah polisi.
- Ia bersama Kompol Agustinus Chandra disebut meminta uang puluhan hingga miliaran rupiah dengan modus menuduh personel terlibat kasus, mencari-cari kesalahan, hingga memanfaatkan kewenangan tanda tangan SKHP untuk pendaftar Sespimen.
- Beberapa nama seperti Ipda Welman Simangunsong, Kapolsek Medan Barat, Aipda Fachri, Kompol Hendrik Aritonang, hingga AKBP Jhon Sitepu turut disebut sebagai korban.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kombes Julihan Muntaha terseret kasus dugaan pemerasan sesama polisi.
Kombes Julihan Muntaha menjabat Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumatera Utara.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 ini diduga memeras polisi mulai puluhan juta hingga ratusan juta.
Kabar pemerasan Kombes Julian Muntaha pertama kali diviralkan akun Tiktok @tan_jhonson88.
Julihan Muntaha bekerjasama Kompol Agustinus Chandra Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut.
Polisi dikabarkan takut mengadu, karena Kombes Julihan Muntaha mengaku dekat Kapolda Sumatera Utara.
Polisi diduga diperas seperti Ditresnarkoba Polda Sumut Ipda Welman Simangunsong.
Baca juga: Daftar 4 Polisi Bertugas di Polda Sumut Diduga Peras Kepala Sekolah Rp400 Juta, Dua Pangkat Kompol
Pemerasan berawal dari pengakuan tersangka kasus narkoba.
Tersangka mengaku hanya mengenal Ipda Welman, namun dituduh terlibat hingga diminta uang sebesar Rp 1 Miliar.
Karena tak sanggup, disebut Ipda Welman cuma menyanggupi Rp 100 juta.
Lalu pada 7 Agustus, Ipda Welman Simangunsong sempat disuruh datang ke kafe, lalu ditangkap atas dugaan kepemilikan narkoba.
Polisi lainnya dimimintai uang hingga Rp1 M ialah Kapolsek Medan Barat, Kanit Reskrim dan beberapa personel karena disebut ketahuan melepaskan tersangka kasus narkoba.
Karena tak mampu memenuhi permintaan Kombes Julihan Muntaha, mereka pun dicopot dari jabatannya dipindah ke pelayanan markas (Yanma).
Setelah pindah dari pelayanan markas (Yanma) mereka diminta mencicil permintaan sebelumnya.
Kemudian, kasus dugaan perselingkuhan personel Polrestabes Medan Aipda Fachri, dituliskan diminta uang sebesar Rp 1 Miliar.
| Bintang Terang Akpol 1994, Asep Edi Suheri Alumni Ketiga Tembus Bintang 3 |
|
|---|
| Sosok Irjen Nanang Avianto, Satu-satunya Jenderal Bintang 2 Alumni Akpol 1990 Jabat Kapolda Saat Ini |
|
|---|
| Setelah era Irjen Andi Rian Ryacudu, Dua Putra Sulsel Comeback Jabat Kapolda |
|
|---|
| Daftar Polisi Raih Penghargaan dari Jenderal Akpol 91, Ada Berjasa Pencarian Pesawat ATR 42-500 |
|
|---|
| Profil Irjen Nanang Avianto, Satu-satunya Alumni Akpol 1990 Jabat Kapolda Usai Mutasi Polri Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-25-Kombes-Julihan-MuntahaKepala-Bidang-Profesi-dan-Pengamanan-Kabid-Propam.jpg)