Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Profil HS Pejabat Pertama Akan Dipecat Dedi Mulyadi Imbas Temuan Purbaya Uang Triliunan Mengendap

Dedi Mulyadi meradang bahkan sempat menantang balik Purbaya untuk membuka seluruh datanya. 

Tayang:
Koalse Tribun
DANA MENGENDAP - Herman Suryatman Sekda Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ancaman pemecatan Herman bermula dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya soal dana triliunan mengendap. Dedi Mulyadi bakal pecat herman jika bohong dalam pelaporan realisasi anggaran tersebut. 

TRIBUN-TIMUR. COM - Herman Suryatman atau HS akan menjadi pejabat pertama akan dipecat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jika terbukti tidak becus bekerja. 

Semua bermula dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya soal dana triliunan mengendap.

Herman saat ini menjabat sebagai sekretaris daerah Jawa Barat. 

Jawa Barat menduduki posisi kelima terbanyak dengan dana triliunan terbanyak mengendap.

Dedi Mulyadi langsung meradang dan menantang Purbaya usai pengumuman ini. 

Dedi Mulyadi tak terima disebut mengendapkan uang triliunan. 

Dedi Mulyadi bahkan sempat menantang balik Purbaya untuk membuka seluruh datanya. 

Namun Purbaya tegas meminta Dedi Mulyadi mencari tahu sendiri datanya. 

Dedi Mulyadi mengancam akan memecat pegawai yang sudah membohonginya soal data ini. 

Salah satunya yang terang-terangan bakal dipecat jika bohong dalam pelaporan adalah Herman Suryatman.

Dilansir dari video TikTok Dedi Mulyadi, Rabu (22/10/2025) pagi, Dedi Mulyadi pergi bersama Sekda Jabar Herman Suryatman.

"Kami mau jalan nih ke Kemendagri untuk melakukan pemaparan pengelolaan keuangan daerah Provinsi Jawa Barat. Kemudian, kami juga akan ke BI atau bank sentral," ucap Dedi Mulyadi, dikutip Rabu.

"Kan di paparan Pak Menkeu tanggal 17 Oktober yang bersumber dari data BI pada 15 Oktober itu kan di situ ada Pemda Jabar masih memiliki uang sebesar Rp4,1 triliun tersimpan di giro dan deposito," sambung Dedi Mulyadi.

Kemudian, Dedi Mulyadi meminta Herman Suryatman jujur kepada dirinya apakah ada uang lain yang tidak terlaporkan kepadanya.

"Bapak harus jujur sama saya, tanggal 15 Oktober uang kita ada berapa?" ucap Dedi Mulyadi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved