Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dualisme PPP Sudah Pernah Terjadi Sebelum Mardiono Vs Agus Suparmanto

Muktamar ini seharusnya menjadi ajang konsolidasi, namun justru memunculkan dua klaim ketua umum yang sah.

Tayang:
Editor: Ansar
Kompas.com
DUALISME PPP - Muhammad Mardiono (kiri) dan Agus Suparmanto (kanan). Keduanya diklaim terpilih secara aklamasi jadi Ketua Umum PPP periode 2025-2030. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dualisme kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ternyata bukan kali pertama.

Dualisme kedua PPP ini terjadi dalam Muktamar PPP di Ancol, Jakarta, pada 27–28 September 2025.

Muktamar X membuat Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, saling klaim Ketum PPP.

Muktamar ini seharusnya menjadi ajang konsolidasi, namun justru memunculkan dua klaim ketua umum yang sah.

Dalam forum tersebut, muncul dua kubu yang sama-sama mengklaim telah memilih Ketua Umum secara sah.

Mardiono ditetapkan sebagai Ketua Umum oleh satu kelompok peserta muktamar.

Sementara itu, Agus Suparmanto juga diklaim sebagai Ketua Umum oleh kelompok lain dalam forum yang sama.

Kedua pihak menyatakan, proses pemilihan mereka sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, sehingga menimbulkan dual klaim kepemimpinan.

Dualisme adalah kondisi ketika terdapat dua kekuasaan, kepemimpinan, atau sistem yang berjalan secara bersamaan dalam satu entitas, sehingga menimbulkan konflik, kebingungan, atau ketidakjelasan otoritas.

Menyebabkan kekosongan aktivitas politik dan keraguan di kalangan kader serta simpatisan.

Dualisme Mardiono dan Agus Suparmanto seolah mengulang konflik yang terjadi antara Hamzah Haz dan Zainuddin MZ pada tahun 2000-an silam.

Dualisme antara Hamzah Haz dan Zainuddin MZ dalam tubuh PPP terjadi pada awal 2000-an dan menjadi salah satu konflik internal paling bersejarah dalam partai tersebut.

Hamzah Haz adalah tokoh politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI (2001–2004) dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

 Ia dikenal sebagai figur Islam moderat yang berpengaruh dalam politik nasional, terutama pada era transisi pasca-Orde Baru.

Zainuddin MZ adalah seorang ulama, dai, dan tokoh politik Indonesia yang dikenal sebagai “Dai Sejuta Umat” karena kepiawaiannya dalam berdakwah dan retorika publik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved