Malino: Dulu, Kini, dan Nanti
Sejak masa kolonial Belanda, Malino sudah dijadikan sebagai lokasi peristirahatan karena kesejukannya.
Suhunya memang tidak sedingin dulu, tetapi kesejukan dan ketenangan yang tersisa tetap menjadi daya tarik utama.
Julukan ‘Kota Bunga’ semakin melekat, terutama setelah Pemerintah Kabupaten Gowa secara konsisten menggelar event tahunan Beautiful Malino.
Acara ini telah menjadi ikon pariwisata Gowa.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Malino untuk menikmati konser musik, pameran UMKM, hingga pertunjukan budaya.
Tahun ini, perputaran uang selama lima hari pelaksanaan Beautiful Malino tercatat sekitar Rp15 miliar.
Camat Tinggimoncong, Andi Aso Ambarala, mengungkapkan angka itu baru dihitung dari sektor vila, hotel, dan warung makan.
“Potensi ekonomi bisa jauh lebih besar karena masih banyak sektor lain yang belum terdata, termasuk UMKM dan pedagang kecil,” ujarnya.
Perubahan ekonomi masyarakat juga terasa nyata.
Jika dulu sebagian besar warga hanya menggantungkan penghasilan dari pertanian, kini roda perekonomian mereka bergerak lebih cepat.
UMKM bermunculan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga jasa wisata kreatif.
Oleh-oleh seperti cendol Malino dan tenteng Malino kini menjadi buruan wisatawan.
Tak hanya itu, Malino terus menghadirkan destinasi baru yang menambah daya tarik kawasan.
Sebut saja The River Malino, Sierra Sky View, Kampoeng Eropa, hingga Cimory Malino yang baru beroperasi.
Kehadiran destinasi-destinasi ini memperkaya pilihan wisatawan, dari sekadar menikmati panorama alam hingga merasakan pengalaman modern yang dikemas dengan nuansa khas pegunungan.
Namun, Malino bukan hanya soal wisata dan perputaran uang.
| Browcyl Rayakan Usia ke-14, Promo Beli Satu Dapat Tiga Diserbu Warga |
|
|---|
| Wabup Gowa Sebut Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa |
|
|---|
| PMII Gowa Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Kolaborasi |
|
|---|
| Dinas Peternakan Gowa Bagikan Tips Memilih Hewan Kurban, Pastikan Ada Surat Kesehatan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Harga Sapi Kurban di Gowa Capai Rp14 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/agung-di-malino.jpg)