Badik hingga Keris Dikaji, Maros Siapkan Ikon Budaya Daerah
Muetazim Mansyur, mengatakan kajian terhadap koleksi senjata pusaka memiliki arti penting bagi penguatan identitas budaya daerah
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
"Beberapa di antaranya adalah badik, badik tindako, dan keris yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat di tengah masyarakat," sebutnya.
Muetazim juga mengapresiasi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah selama kegiatan berlangsung.
"penggunaan bahasa lokal dalam forum resmi merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya yang patut dipertahankan," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Muhammad Kurniawan, mengatakan kajian koleksi museum merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Kajian tahun ini telah dimulai sejak April 2026, diawali dengan studi literatur dan dilanjutkan dengan penelitian lapangan ke sejumlah kecamatan, seperti Bantimurung, Moncongloe, Bontoa, dan Tompobulu.
“Tim kajian terdiri dari delapan orang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari akademisi, arkeolog, filolog, hingga fotografer dokumentasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil dari kajian tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk buku sebagai referensi bagi masyarakat luas terkait kekayaan senjata tradisional Maros.
| Dua Hari Tiga Malam Antre Solar, 16 Ton di SPBU Kasuarrang Maros Tak Mampu Tutupi Kebutuhan |
|
|---|
| 2 Jam Jamaah Haji Bone Ganti Pakaian Bling-Bling di Maros Sebelum Tiba di Kampung Halaman |
|
|---|
| Patah Kaki Akibat Terjatuh, Seorang Pendaki Dievakuasi Tim SAR |
|
|---|
| Patah Kaki di Jalur Pendakian, Warga Gowa Dievakuasi dari Gunung Bulu Saukang Maros |
|
|---|
| Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan Biosolar di SPBU Maros, Distribusi Logistik Tetap Lancar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260617-Seminar-Hasil-Kajian-Koleksi-Senjata-Pusaka.jpg)