Badik hingga Keris Dikaji, Maros Siapkan Ikon Budaya Daerah
Muetazim Mansyur, mengatakan kajian terhadap koleksi senjata pusaka memiliki arti penting bagi penguatan identitas budaya daerah
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Muetazim Mansyur, mengatakan kajian terhadap koleksi senjata pusaka memiliki arti penting bagi penguatan identitas budaya daerah
- Ia menilai, kajian tersebut tidak hanya berfokus pada pendataan benda-benda pusaka yang tersimpan di museum
- Namun, penelitian juga diarahkan untuk menggali nilai sejarah, makna, dan filosofi yang terkandung dalam setiap koleksi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Senjata tradisional seperti badik, badik tindako, dan keris yang tersimpan di Museum Daerah Kabupaten Maros mulai dikaji secara mendalam.
Hal ini dilakukan untuk mengungkap sejarah, filosofi, serta keterkaitannya dengan identitas budaya masyarakat Maros.
Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan ciri khas senjata tradisional Maros yang dapat diangkat sebagai ikon daerah.
Kajian itu dipaparkan dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Senjata Pusaka Museum Daerah Kabupaten Maros Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Maros di Baruga A Kompleks Kantor Bupati Maros, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang dimiliki daerah.
Pelaksanaannya didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kebudayaan Tahun 2026.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan kajian terhadap koleksi senjata pusaka memiliki arti penting bagi penguatan identitas budaya daerah.
Ia menilai, kajian tersebut tidak hanya berfokus pada pendataan benda-benda pusaka yang tersimpan di museum.
Namun, penelitian juga diarahkan untuk menggali nilai sejarah, makna, dan filosofi yang terkandung dalam setiap koleksi.
“Melalui kajian ini, kita tidak hanya mendokumentasikan benda pusaka, tetapi juga menggali makna, filosofi, serta ciri khas yang bisa menjadi identitas Kabupaten Maros,” katanya saat ditemui usai membuka kegiatan.
Muetazim berharap hasil kajian dapat menghasilkan kesimpulan yang kuat mengenai karakteristik senjata tradisional yang berkembang di Maros.
Dengan demikian, senjata tradisional tersebut berpotensi menjadi salah satu simbol atau ikon budaya daerah.
Dalam seminar itu terungkap bahwa Museum Daerah Kabupaten Maros memiliki sekitar 181 koleksi benda pusaka.
Dari jumlah tersebut, kajian tahun ini difokuskan pada kelompok senjata tradisional.
| Dua Hari Tiga Malam Antre Solar, 16 Ton di SPBU Kasuarrang Maros Tak Mampu Tutupi Kebutuhan |
|
|---|
| 2 Jam Jamaah Haji Bone Ganti Pakaian Bling-Bling di Maros Sebelum Tiba di Kampung Halaman |
|
|---|
| Patah Kaki Akibat Terjatuh, Seorang Pendaki Dievakuasi Tim SAR |
|
|---|
| Patah Kaki di Jalur Pendakian, Warga Gowa Dievakuasi dari Gunung Bulu Saukang Maros |
|
|---|
| Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan Biosolar di SPBU Maros, Distribusi Logistik Tetap Lancar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260617-Seminar-Hasil-Kajian-Koleksi-Senjata-Pusaka.jpg)