Haji 2026
Ikon Haji 2026 Hj Jumariah Gunakan Busana Bling-Bling
Namun di antara kerumunan jamaah yang baru tiba itu, ada satu sosok yang langsung menyedot perhatian.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Ratusan jamaah haji tampak memadati Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (11/6/2026) sore.
Tangis haru, pelukan keluarga, dan senyum bahagia mewarnai kepulangan para tamu Allah setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Namun di antara kerumunan jamaah yang baru tiba itu, ada satu sosok yang langsung menyedot perhatian.
Ia adalah Hj Jumariah (70), perempuan yang dikenal luas sebagai ikon layanan jamaah haji Arab Saudi 2026.
Namanya bukan sosok asing di kalangan penyelenggara haji.
Hj Jumariah sempat menjadi perhatian dunia setelah kisah perjuangannya menabung demi berangkat ke Tanah Suci diangkat dalam video singkat yang dipublikasikan pihak Arab Saudi.
Kisah ketekunan dan kesabarannya menjadikannya salah satu wajah inspiratif perjalanan haji Indonesia.
Sore itu, Hj Jumariah tiba bersama Kloter 14 Debarkasi Makassar.
Tetapi yang membuat banyak pasang mata tertuju kepadanya bukan hanya statusnya sebagai ikon haji, melainkan juga penampilannya.
Dengan langkah pelan namun mantap, Hj Jumariah memasuki Aula Arafah Asrama Haji Sudiang mengenakan busana bernuansa hitam dan emas yang berkilau.
Gaun hitam yang dikenakannya dihiasi bordir dan payet emas di berbagai bagian, mulai dari dada hingga kerah.
Cahaya lampu aula memantulkan kilauan ornamen keemasan itu, menciptakan kesan mewah namun tetap anggun.
Di kepalanya terpasang penutup kepala berwarna emas dengan hiasan payet dan renda yang berkilau.
Penampilannya semakin mencolok dengan kacamata hitam berukuran besar yang menutupi sebagian wajahnya.
Tali identitas jamaah masih tergantung di lehernya, menjadi penanda bahwa ia baru saja menyelesaikan perjalanan spiritual dari Tanah Suci.
Sebuah tas selempang berwarna gelap melintang di bahunya.
Meski baru menjalani penerbangan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia, perempuan 70 tahun itu tampak tetap segar dan rapi.
Tidak terlihat tanda-tanda kelelahan berlebihan di wajahnya.
Saat berdiri di tengah keramaian aula, Hj Jumariah terlihat tenang.
Sesekali ia menoleh ke arah kamera yang mengabadikan momen kepulangannya.
Senyum tipis tak lepas dari wajahnya.
Ia tidak banyak berbicara, hanya sesekali menjawab pertanyaan dan menyapa orang-orang di sekitarnya.
Namun kehadirannya sudah cukup membuat banyak jamaah dan petugas menoleh.
Busana yang dikenakannya pun menjadi salah satu yang paling mencolok di antara rombongan jamaah yang baru tiba.
Tradisi mengenakan pakaian terbaik saat pulang haji memang bukan hal baru bagi sebagian masyarakat Sulawesi Selatan.
Warna-warna mencolok, payet berkilau, dan busana yang dikenal dengan istilah “bling-bling” sering menjadi simbol kebahagiaan dan rasa syukur setelah menunaikan rukun Islam kelima.
Menariknya, Hj Jumariah mengaku berganti pakaian di dalam pesawat sebelum tiba di Makassar.
“Ganti baju di pesawat, saya ganti sendiri,” kata Hj Jumariah kepada Tribun-Timur.com di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang.
Busana yang mencuri perhatian itu ternyata bukan dibeli di Arab Saudi, melainkan berasal dari kampung halamannya sendiri.
“Di Maros (beli baju), dibawa pergi ke sana (Tanah Suci), baru kembali ke sini,” ujarnya sambil tersenyum.
| Kisah Hj Jumariah Dibalas Pelukan Hangat dari Bupati Maros |
|
|---|
| Tak Punya Anak Kandung, Nenek Jumariah Persembahkan Sekoper Oleh-oleh Haji untuk Cucu Tetangga |
|
|---|
| 15 Tahun Menunggu, Jemaah Haji Asal Maros Pulang dari Tanah Suci Bawa Unta untuk Cucu |
|
|---|
| Warga Sherly Tjoanda Laos Nginap Semalam di Asrama Haji Sudiang Sebelum Pulang ke Maluku Utara |
|
|---|
| Kloter 13 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jamaah Haji Maluku Utara Wafat di Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ikona-Haji-2026-Hj-Jumariah-kanan-saat-beada-di-Aula-Arafah.jpg)