Tiket Pesawat Naik, Rata-rata Penumpang Bandara Hasanuddin 27 Ribu Perhari
GM Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan secara tren jumlah penumpang memang mengalami penurunan pada awal tahun.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Kenaikan harga tiket pesawat akibat melonjaknya harga bahan bakar avtur dinilai belum berdampak signifikan terhadap jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan secara tren jumlah penumpang memang mengalami penurunan pada awal tahun.
Ia menilai, kondisi tersebut lazim terjadi setiap periode Januari hingga April.
“Kalau kita lihat dari Januari sampai April itu memang tren penumpang biasanya menurun,” katanya saat ditemui di terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, situasi saat ini juga dipengaruhi momen pasca Lebaran, dimana jumlah masyarakat yang bepergian mulai berkurang.
Kendati demikian, penurunan jumlah penumpang dinilai tidak signifikan.
Rata-rata pergerakan penumpang harian hanya mengalami sedikit penurunan.
“Biasanya sekitar 28 ribu penumpang per hari, sekarang sekitar 27 ribu,” jelasnya.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Biaya Operasional PSM Makassar Membengkak saat Laga Away
Ruly menegaskan, kondisi tersebut tidak berkaitan langsung dengan kenaikan harga tiket pesawat.
Ia menuturkan, secara rata-rata jumlah penumpang masih relatif stabil.
Bahkan, pergerakan penumpang turut terbantu dengan adanya musim pemberangkatan jemaah haji.
“Kalau dilihat secara average, tidak terlalu terpengaruh dengan isu kenaikan harga tiket,” katanya.
Ruly menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat disebut berada di kisaran 13 persen.
Namun, harga tersebut masih berada dalam batas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Semua masih dalam range Tarif Batas Atas dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, maskapai tetap menyesuaikan harga tiket berdasarkan permintaan penumpang.
Saat permintaan tinggi, harga tiket cenderung mengalami penyesuaian.
Namun, maskapai tidak diperbolehkan melampaui Tarif Batas Atas.
Untuk pergerakan pesawat, kondisi penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin juga terpantau normal.
Tidak ada pembatalan penerbangan oleh maskapai.
“Masih usual seperti biasa, tidak ada cancel flight, jumlah penerbangan per hari berkisar sekitar 270 pergerakan pesawat.,” jelasnya.
Di sisi lain, kenaikan harga tiket mulai dirasakan oleh penumpang.
Salah satu penumpang, Lina, mengaku harga tiket pesawat yang dibelinya mengalami kenaikan.
Ia menyebut, sebelumnya harga tiket menuju Surabaya berada di kisaran Rp1,2 juta.
Namun kini, harga tiket sudah mencapai sekitar Rp1,5 juta.
“Dulu sekitar Rp1,2 juta, sekarang sudah Rp1,5 juta,” ujarnya.
Lina mengaku akan mempertimbangkan menggunakan moda transportasi lain jika harga tiket terus meningkat.
Menurutnya, kapal laut menjadi alternatif yang lebih terjangkau.
“Kalau mahal sekali, kemungkinan akan pakai kapal laut saja. Harganya lebih murah, sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu dari Kupang ke Makassar, begitu juga sebaliknya,” tambahnya.(*)
| Capaian PAD Maros Masih Minim, Wabup Soroti Rendahnya PBB Kecamatan Mandai |
|
|---|
| Bandara Sultan Hasanuddin Siapkan Panggung Seni, Sanggar dari Daerah Bisa Tampil Gratis |
|
|---|
| Kunjungi DSA Rammang-Rammang Maros Sulsel, Koperasi Astra Resmikan Perpustakaan Apung |
|
|---|
| Polisi Maros Dituntut Tiga Tahun Penjara Usai Rudapaksa Keponakannya |
|
|---|
| 8 Menit Damkar Maros Selamatkan Kunci Motor Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-Bandara-Sultan-Hasanuddin.jpg)