Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jalan ke Pesantren Ditutup, 11 Mobil Vendor Pernikahan Cucu Kiai dan Anak Sekda Maros Putar Balik

Setiap pengendara yang hendak melintas diberhentikan dan diinterogasi, hanya yang mendapat izin diperbolehkan masuk.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
PENUTUPAN JALAN - Aksi penutupan akses jalan di Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan masih terus berlanjut, Jumat (3/4/2026). Sebanyak 11 mobil vendor yang membawa bahan dekorasi terpaksa putar balik setelah tidak diizinkan masuk ke lokasi acara. 

Ringkasan Berita:
  • Penutupan jalan menuju Pesantren Darul Istiqamah di Maccopa, Maros, masih berlangsung hingga Jumat siang, dengan penjagaan ketat aparat keamanan. 
  • Akses hanya dibuka bagi pihak yang memiliki izin, sementara polisi bersiaga mengantisipasi situasi yang memanas.
  • Penutupan yang dimulai sejak Kamis ini belum memiliki kejelasan waktu pembukaan kembali.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Penutupan jalan menuju Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Kabupaten Maros, masih berlangsung hingga Jumat (3/4/2026) siang.

Sejumlah petugas keamanan tampak berjaga di pos pintu masuk pesantren.

Setiap pengendara yang hendak melintas diberhentikan dan diinterogasi, hanya yang mendapat izin diperbolehkan masuk.

Belasan personel Polres Maros terlihat masih bersiaga di depan gerbang pesantren untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas.

Penutupan jalan sudah berlangsung selama dua hari sejak Kamis (2/4/2026) pukul 11.00 Wita.

Polemik ini berdampak besar pada persiapan resepsi pernikahan cucu Kiai dan Putri Sekda Maros pada 5 April 2026.

Pihak penyelenggara bahkan telah menyebarkan sedikitnya 2.000 undangan tamu.

Baca juga: Jalan Darul Istiqamah Maccopa Ditutup, Vendor Pesta Nikah Cucu Kiai-Putri Sekda Tertahan

Sebanyak 11 mobil vendor yang membawa bahan dekorasi terpaksa putar balik setelah tidak diizinkan masuk ke lokasi acara.

Padahal seluruh perlengkapan telah disiapkan untuk kebutuhan pesta.

Para vendor sempat bertahan menunggu hingga sekitar 15 jam.

Namun hingga pukul 02.00 dini hari, akses jalan tetap diblokir pengelola pesantren.

Sehingga mereka memilih kembali tanpa menyelesaikan pekerjaan.

Ketua panitia pernikahan, Muinul Haq, menyayangkan tindakan penutupan jalan.

Ia menegaskan pihaknya telah mengantongi izin keramaian sebelum pelaksanaan acara.

“Seharusnya polisi sudah bertindak karena jalan ini adalah jalan umum. Kami sudah urus izin, tapi tetap ditutup tanpa alasan jelas,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved