Libur Lebaran Sekolah di Maros 16–27 Maret, Program MBG Tetap Dibagikan
Meski sekolah libur, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik tetap akan didistribusikan menjelang akhir Ramadan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Anak sekolah di Kabupaten Maros akan memasuki libur panjang Lebaran Idulfitri mulai 16 hingga 27 Maret 2026.
Meski sekolah libur, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik tetap akan didistribusikan menjelang akhir Ramadan.
Ketentuan libur tersebut berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Maros.
Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Penetapan jadwal libur ini mengacu pada Surat Edaran Bersama (SEB) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Aturan tersebut tertuang dalam SEB Nomor 5 Tahun 2026, Nomor 2 Tahun 2026, serta Nomor 400.1/857/SJ.
Surat edaran tersebut mengatur tentang pembelajaran pada bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Selain itu juga mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hingga masa libur Lebaran bagi peserta didik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan masa libur sekolah pada periode Lebaran tahun ini berlangsung hampir dua pekan.
Ia menyebutkan libur sekolah dimulai pada 16 Maret hingga 27 Maret 2026.
“Kegiatan pembelajaran di sekolah, madrasah maupun satuan pendidikan anak usia dini akan kembali dilaksanakan pada 30 Maret 2026,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik tetap akan didistribusikan menjelang akhir Ramadan.
Distribusi MBG dilakukan dengan mekanisme paket bundling.
Paket tersebut mencakup distribusi untuk tanggal 13, 14, 16, dan 17 Maret 2026.
Paket bundling akan disalurkan pada 13 atau 14 Maret 2026.
"Penyaluran tersebut menyesuaikan dengan hari terakhir kegiatan belajar mengajar di masing-masing sekolah," bebernya.
Namun demikian, terdapat beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hanya menyalurkan paket bundling untuk tanggal 13 dan 14 Maret saja.
Hal tersebut disebabkan adanya kendala dalam pengadaan bahan baku.
"Terutama karena sejumlah bahan baku makanan cukup sulit diperoleh menjelang akhir Ramadan," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang ibu siswa, Nurhayati, berharap MBG dapat diberikan dalam bentuk uang tunai selama bulan puasa.
Menurutnya, dengan uang tunai orang tua bisa lebih leluasa menyesuaikan menu berbuka maupun sahur sesuai kebutuhan anak.
“Kalau diuangkan mungkin lebih fleksibel. Kami bisa atur sendiri untuk beli lauk atau kebutuhan lain yang mendesak selama Ramadan,” ujarnya.
| Sangkala Tak Tahu Istrinya Meninggal di Maros Hingga Ia Wafat Saat Menunaikan Ibadah Haji |
|
|---|
| Takziah ke Maros, Menhaj RI Sebut 290 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Pilu Jemaah Haji Asal Maros Wafat di Tanah Suci, 26 Hari Setelah Kepergian Istri |
|
|---|
| Wawan Mattaliu Berambisi Kembalikan Taji PKB Maros Usai Gantikan Havid S Fasha, Target 6 Kursi |
|
|---|
| Suasana Haru Warnai Pelepasan Angkatan ke-23 TK Zakia Fikrah Moncongloe Maros, 85 Anak Lulus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-pembagian-MBG-di-Kabupaten-Maros-beberapa-waktu-lalu-program-Makan-Bergizi-Gratis.jpg)