4.000 ASN Akan Dilatih Jadi Komcad, Maros Kirim 10 Pegawai
Pemerintah pusat akan melatih 4.000 ASN menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Maros kirim 10 ASN.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan akan melatih 4.000 ASN sebagai Komcad.
- Kabupaten Maros, Sulsel siap mendukung dengan mengirim 10 ASN.
- Peserta wajib WNI aktif, usia 18-35 tahun, sehat jasmani dan rohani, setia NKRI, Pancasila, dan siap mengikuti Latsarmil 2-3 bulan.
- ASN tetap menjalankan tugas utama pelayanan publik.
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Pemerintah pusat akan melatih 4.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) dalam waktu dekat.
Program tersebut dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.
Di Kabupaten Maros, Pemkab siap mendukung kebijakan ini.
Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pelatihan ASN menjadi Komcad.
“Kami sangat mendukung program yang dilaksanakan oleh bapak gubernur. Komponen cadangan ini penting bagi negara kita,” katanya dikonfirmasi, Minggu (1/3/2025).
Menurutnya, penguatan pertahanan negara menjadi hal krusial di tengah dinamika global.
Terlebih di tengah memanasnya peperangan antara sejumlah negara di Timur Tengah.
“Kita bisa melihat situasi di Timur Tengah yang sedang bergejolak. Indonesia juga harus punya kekuatan dan kesiapsiagaan,” katanya.
Meski begitu, Mantan Ketua DPRD Maros ini menyebut, belum ada kepanitiaan khusus terbentuk untuk menangani program ini.
Pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan dari Pemprov Sulsel.
Ia memastikan Pemkab Maros akan mengirim 10 ASN sesuai kuota yang diminta pemerintah provinsi.
“Kami akan mengirim 10 orang sesuai permintaan provinsi,” tambahnya.
Syarat dan Ketentuan Komcad
-WNI aktif, usia 18–35 tahun
-Rekomendasi resmi dari atasan/PPK
-Lulus tes kesehatan jasmani dan rohani
-Tinggi minimal: 160 cm (pria), 155 cm (wanita)
-Setia pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945
-Bebas catatan kriminal
-Bersedia mengikuti Latsarmil 2-3 bulan
Salah satu ASN, Alfi Syariana, menilai tujuan pembentukan Komcad cukup positif.
“Tujuannya bagus untuk kesiapsiagaan nasional dan bisa membangun disiplin, nasionalisme, serta cinta tanah air,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan agar partisipasi ASN tetap mempertimbangkan tugas utama sebagai pelayan publik.
“ASN kan tugas utamanya pelayanan masyarakat. Jangan sampai karena ikut Komcad kualitas layanan justru berkurang,” katanya.
ASN lainnya, Zahratul, mengaku belum tertarik mengikuti Komcad, terlebih setelah melalui proses pendidikan dan pelatihan dasar (Latsar) yang cukup panjang.
“Selama 90 hari Latsar saja tugasnya banyak sekali. Agenda terakhir itu ujian dan aktualisasi, rasanya seperti bikin skripsi ulang dengan deadline ketat,” ujarnya.
Ia menilai sebagai ASN dirinya sudah menjalankan nilai bela negara melalui tugas dan fungsi sehari-hari.
“Saya mendaftar sebagai ASN, bukan tentara. Bela negara sebagai ASN sudah saya lakukan lewat pekerjaan saya,” katanya.
Menurutnya, selama tidak ada kewajiban dari regulasi kantor, ia memilih fokus menjalankan tugas pelayanan publik.
“Dalam mempertahankan keamanan negara sudah ada polisi dan TNI. Kalau memang ada yang sukarela ikut untuk pengembangan karier silakan, tapi saya pribadi tidak,” tutupnya. (*)
| Melaju Tanpa Khawatir BBM, Solusi Asmo Sulsel Berkendara Irit dengan Motor Honda |
|
|---|
| Pemprov Sulsel Kebut Pengerjaan Proyek MYP, Sejumlah Ruas Jalan di Bone, Sidrap & Soppeng Dibenahi |
|
|---|
| Andi Sudirman Tinjau Langsung Progres Proyek Jalan MYP, Pastikan Proyek Berjalan Optimal |
|
|---|
| DPP Tahan Jadwal Musda Golkar Sulsel, Armin Ingatkan Filosofi Tarik Benang dalam Tepung |
|
|---|
| Makassar Optimistis Pertahankan Dominasi di Lomba Kelurahan Berprestasi Sulsel, Gunung Sari Andalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-1-Maret-komcad.jpg)