Cuaca Ekstrem Sulsel
Air Bah Terjang Bantimurung, Akses ke Goa Batu Ditutup Sementara
Derasnya air membuat akses menuju Goa Batu dan Danau Kassi Kebo untuk sementara tidak dapat dilalui pengunjung
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Hal itu karena sebagian pengunjung hanya datang untuk melihat-lihat tanpa mandi di bawah air terjun, terlebih memasuki bulan puasa.
“Kami tidak menutup total, tapi ada pembatasan. Yang tidak diperbolehkan itu naik ke atas Goa Batu dan menggunakan wahana tertentu,” bebernya.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi debit air guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan arus secara tiba-tiba.
Pihaknya berharap cuaca segera membaik agar debit air kembali normal dan aktivitas wisata di Bantimurung dapat berjalan seperti biasa dengan tetap mengutamakan keselamatan pengunjung.
Sebelumnya, Kabupaten Maros berpotensi dilanda cuaca buruk hingga 1 Maret 2026 mendatang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Pantauan langsung Tribun Timur, hujan kerap melanda Kabupaten Maros saat malam dan sore hari.
Hujan dengan intensitas lebar kerap disertai dengan angin kencang.
Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Selain Kabupaten Maros, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat diantaranya Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
"Masyarakat di lokasi yang disebutkan dalam peringatan dini perlu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” bebernya.
Tak hanya di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.
| Warga Wajib Waspada, BPBD Sulsel Petakan Jalur Evakuasi Titik Rawan Bencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pilu Pelajar Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Pinrang |
|
|---|
| Luwu Sulsel Dilanda Cuaca Ekstrem, Puluhan Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang |
|
|---|
| MDMC Sulsel Kerahkan 90 Relawan Bantu Korban Banjir dan Longsor Luwu Sulsel |
|
|---|
| BBWS Pompengan Jeneberang Salurkan 36.000 Liter Air Bersih ke Korban Banjir Luwu Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260225-Taman-Wisata-Alam-Bantimurung.jpg)