Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Maros

Sekolah Terdampak Banjir, Dinas Pendidikan Maros Ubah Proses Belajar Mengajar ke Online

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh satuan pendidikan.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
BELAJAR DARING-  Siswa SD dan SMP di Kabupaten Maros menerima bantuan seragam gratis dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh satuan pendidikan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh satuan pendidikan.

PJJ  mulai berlaku hari ini, Rabu-Jumat (25-28/2/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul banyaknya sekolah yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Maros.

Sekolah di Kecamatan Maros Baru dilaporkan hampir seluruhnya terdampak banjir.

Selain itu, sebagian sekolah di Kecamatan Marusu, Bontoa, dan Simbang juga mengalami kondisi serupa.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter.

Beberapa ruang kelas tergenang air bercampur lumpur, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak memungkinkan dilakukan secara tatap muka.

Baca juga: Nasib Pilu 841 Guru Honorer PAUD Maros, Tahun Ini Tak Terima Gaji Gegara Aturan Baru

Peralatan belajar seperti meja, kursi, dan sejumlah dokumen sekolah terpaksa diamankan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Halaman sekolah pun tampak dipenuhi genangan, menyulitkan akses masuk bagi guru maupun siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Kebijakan tersebut juga merujuk pada status tanggap darurat bencana banjir yang telah ditetapkan di Kabupaten Maros.

“Langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah,” ujar Asri, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, selama masa tersebut kegiatan pembelajaran tatap muka diliburkan sementara dan dialihkan ke sistem daring.

Menurutnya, pelaksanaan PJJ tetap mengikuti jadwal pelajaran yang berlaku di masing-masing sekolah.

“Dengan panduan dan materi disampaikan melalui platform atau metode pembelajaran yang digunakan masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Selain itu, para kepala sekolah diminta memastikan lingkungan sekolah dalam keadaan aman serta melakukan langkah antisipatif terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Pihak sekolah juga diminta terus memantau kondisi fasilitas belajar yang terdampak banjir.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal.

“Orang tua/wali peserta didik diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di rumah,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabupaten Maros berpotensi dilanda cuaca buruk hingga 1 Maret 2026 mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Pantauan langsung Tribun-Timur.com, hujan kerap melanda Kabupaten Maros saat malam dan sore hari.

Hujan dengan intensitas lebar kerap disertai dengan angin kencang.

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Selain Kabupaten Maros, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat diantaranya Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Selain hujan lebat, BMKG juga memperkirakan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.

"Masyarakat di lokasi yang disebutkan dalam peringatan dini perlu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” bebernya.

Tak hanya di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk waspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved