Gemilang Pagessa Ketua DPRD Maros: 4 Kali Daftar IPDN, 1 Kali CPNS, 2024 Jadi Honorer K3
Bukan sekali, Gemilang sampai empat kali menjajal keberuntungan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Jatinangor, Subang, Jawa Barat.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM - Keinginannya jadi lurah dan camat namun takdir mengantarnya jadi Ketua parlemen di kabupaten dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi di Sulsel.
"Cita-cita saya itu jadi pamong, jadi PNS. Jujur sampai jadi caleg 2024, Tak pernah terlintas saya jadi politisi dan doktor politik," kata Ketua DPRD Maros, Muhammad Gemilang Pagessa (27) di ruang kerjanya, Jl Lanto Dg Pasewang, Maros, Jumat (20/2/2026).
Niat jadi pamong itu dia buktikan, saat lulus Pondok Pesantren IMMIM 2015, dia mendaftar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Subang, Jawa Barat.
Bukan sekali, Gemilang sampai empat kali menjajal keberuntungan di sekolah tinggi ilmu pemerintahan itu.
"Saya daftar sampai batas akhir usia kelaikan (21 tahun)," ujarnya Ketua Formatur DPD PAN Kabupaten Maros ini.
Niat jadi aparat pemerintah itu, kembali dia tunjukkan saat daftar di jurusan ilmu pemerintahan FISIP Unhas Makassar dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.
"Waktu kuliah di politeknik kesejahteraan sosial Bandung, saya juga daftar di Unpad," ujar suami dari Aulia Alimuddin Morra ini.
Selepas kuliah, niat Gemilang jadi pamong tak pupus.
Berbekal gelar sarjana ilmu sosial, saat anak keduanya lahir, Gemilang jadi honorer non-kategori di instansi pemerintahan.
"Saya lihat, Pak Gio itu jadi honorer K-3 di dinas sosial," ujar Wawan Makmur, staf pimpinan DPRD Maros, memberi kesaksian.
Bahkan, di usia 25 tahun Gio sempat ikut seleksi CPNS kabupaten dan juga tak lulus.
Padahal saat itu, koneksi dan garansi nya di pemerintahan lebih dari cukup.
Ayahnya, Syafril Chaidir Syam saat itu baru masuk tahun pertama jadi Bupati Maros.
Sebelumnya, selama satu periode 2014-2019, sang ayah juga menjabat Ketua DPRD Maros.
"Sampai- kalau ada teman, keluarga yang datang minta dibantu jadi CPNS atau PPPK, saya punya jawaban dan bukti valid," ujar Gio dengan muka sumringah.
Gemilang sudah dua tahun menjabat Ketua DPRD kabupaten berpendudk 401 ribu jiwa ini.
Takdir memimpin parlemen kabupaten dengan APBD Rp1,49 Triliun ini, juga mengantarnya meraih gelar doktor ilmu politik di usia 28 tahun di Unhas.
Dua tahun lalu, 14 Februari 2014, magister ilmu pemerintahan Unhas ini peraih suara terbanyak di Pemilu Legislatif, 7.965 suara.
Suara dari dapil IV Marusu dan Mandai inilah mengantarnya mendapat protolokoler dan mengendarai mobil dinas DD 3 D.
Pencapaian kepala pemerintahan di parlemen ini dia raih saat usianya baru menapaki 26 tahun.
Saat itu Gemilang tercatat Ketua parlemen kabupaten termuda di Sulsel.
Dia selisih lima bulan dengan Andi M Farid Kaswadi, Ketua DPRD Soppeng (Golkar).
Faried lahir di Soppeng 19 Mei 1998. Sedangkan Gemilang, lahir di Maros, 23 November 1998.
Di usia 26 tahun, Gemilang jadi Ketua DPRD juga sekaligus melampaui pencapaian ayahnya, yang menjabat Ketua DPRD Maros di usia 37 tahun.
Gemilang sendiri merasa memang ditakdirkan jadi pimpinan legislatif di masa sekitar 16 dari 35 anggota DPRD Maros, masuk kategori generasi
Millennial, lahir di generasi 1990-an.
"Kalau parlemen periode lalu, kalau tak salah hanya enam orang dibawah 40 tahun. Saat ini sudah 16 legislator, naik hampir 3 kali lipat," ujar ayah 3 anak ini.
Gemilang tercatat sebagai Ketua DPRD Maros ke-14 sejak parlemen daerah terbentuk 1971.
Dia adalah kader PAN kedua yang menduduki jabatan ini, setelah ayahnya Syafril Chaidir Syam.
Periode lalu, DPRD Maros dipimpin kader Golkar Andi Patarai, dan periode sebelum ayahnya, juga Golkar Andi Ernawati Najamuddin.
Dari 35 anggota parlemen kabupaten urban Satelit Makassar kedua terbesar setelah Gowa ini, Gemilang juga melihat sebagai bonus parlementaria dan banyak inisiatif baru.
Semangat mengadirkan inisiatif baru untuk pemilih millenia ini, jelas Gio, sudah dalam tahap usulan dan dapat respon positif dari eksekutif.
Salah satu inisiatif itu adalah Musrembang Tematik. "jadi bukan hanya musrembang pemerintahan dan infrastruktur desa, kecamatan. tapi juga mustembang bidang kepemudaan, lansia dan difable akan diakomodir di APBD," ujar Ketua KNPI Maros ini.
Selain KNPI, Gio dalam empat tahun terakhir juga memimpin organisasi SAPMA Pemuda Pancasila, Ketua eSport dan organisasi futsal dan mini soccer Maros.
Inilah menjelaskan kenapa Gio pada ujian promosi doktor ilmu politiknya, memilih judul disertasi Generasi Millenial di Pilkada Maros.
"RIset Saya menemukan bukti anak muda Maros dan komunitasnya itu sebenarnya bukan generasi apolitik. BUkan apatis, hanya mereka perlu lebih banyak dilibatkan dalam momen-momen politik," ujar Gio yang juga aktif di lembaga pengkaderan Muhammadiyah ini.
Bahkan, menjelang usia 29 tahun, kini Gio lagi menunggu penetapan menjadi Ketua DPD PAN Maros, partai politik pemenang pemilu dan pengontrol 12 kursi di parlemen lokal. (Nurul/edi)
| Akhir Pelarian Pencuri Lompat ke Sungai di Maros, Ditangkap di Pelabuhan Makassar |
|
|---|
| Pecah Kongsi? Dua Pengurus Inti Apdesi Maros Tinggalkan Wahyu Febri, Kini Pimpin Merah Putih |
|
|---|
| Respons Purbaya, Usulan Motor Listrik MBG Pernah Ditolak, Kini Viral Lagi |
|
|---|
| Terduga Pelaku Pencurian Kabur Saat Interogasi, Diduga Lompat ke Sungai Maros |
|
|---|
| Sempat Dihentikan, SPPG Maccini Baji 4 dan Kalabirang 2 Kembali Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muhammad-Gemilang-Pagessa-bersama-Pemimpin-Redaksi-Tribun.jpg)