Dari Gondola ke Jembatan Harapan, Kisah Warga Tompobulu Menanti Akses Layak
Bebatuan tersusun acak di dasar sungai menjadi halang rintang bagi kaki-kaki kecil anak sekolah.
Hingga suatu hari, suara mesin dan denting besi mulai terdengar di tepi Sungai Pallaka.
Kodim 1422/Maros memulai pembangunan jembatan gantung sepanjang 100 meter dengan lebar 1,2 meter.
Jembatan untuk pejalan kaki dan motor.
Untuk anak sekolah, petani, ibu rumah tangga.
Sedikit demi sedikit, pondasi ditanam di tanah yang selama ini hanya menjadi pijakan sementara.
Sling baja direntangkan. Bronjong disusun menahan tebing.
Tiang pylon berdiri, menantang langit Tompobulu.
Sebanyak 21 personel Yonzipur bersama Babinsa dan warga bekerja bahu membahu.
Material bahkan harus diangkut menggunakan gondola yang sama, simbol keterbatasan yang kelak akan digantikan.
Cuaca menjadi tantangan. Hujan bisa menghentikan pekerjaan kapan saja.
Material sling khusus didatangkan dari Kalimantan, menempuh perjalanan panjang sebelum tiba di Maros.
Namun harapan tak lagi sekadar wacana.
Targetnya sebelum Lebaran, jembatan itu bisa dilalui.
Bagi warga, jembatan itu bukan hanya soal menyeberang sungai. Ia tentang waktu tempuh yang lebih singkat.
Tentang anak-anak yang tak lagi menggigil menunggu air surut.
| Jemaah Umrah Asal Maros Sulsel Hilang di Madinah |
|
|---|
| Penyisihan Fahmil Alquran MTQ Sulsel di Maros Berlangsung Sengit, Tim Luwu Raih Nilai 990 |
|
|---|
| Alumni Al-Azhar hingga Santri Takalar Berebut Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah MTQ Sulsel |
|
|---|
| 626 Jemaah Maros Terima 750 Riyal Living Cost, Perdana Barangkat 1 Mei Mendatang |
|
|---|
| Penyisihan 8 Lomba MTQ Sulsel Berlangsung 3 Hari, Semifinal 17 April |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/JEMBATAN-GANTUNG-Proses-pembangunan-jembatan.jpg)