Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Zulhas Panen Padi di Maros, Janjikan Gudang Bulog dan Target Ekspor Beras 2026

Zulhas memberikan apresiasi tinggi kepada TNI atas peran aktifnya dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PANEN PADI - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), panen padi bersama petani di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, serta Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono.  

TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), panen padi bersama petani di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, serta Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono.

Dalam sambutannya, Zulhas memberikan apresiasi tinggi kepada TNI atas peran aktifnya dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Kalau tidak dibantu TNI, tengkulak masih banyak memukul harga. TNI turun, Dandim turun, Babinsa turun, alhamdulillah harga gabah sudah sesuai standar,” katanya.

Ketua Umum PAN itu menyebut Babinsa menjadi ujung tombak pengawalan serapan gabah di lapangan, termasuk melalui kerja sama koperasi desa (Kopdes) dengan Bulog sebagai penampung hasil panen petani.

Zulhas juga mengungkapkan rencana pemerintah membangun gudang di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa guna memperkuat sistem logistik pangan.

“Nanti Maros akan dibangun satu gudang, Gowa satu gudang. Ini sawahnya berdua, jadi kita syukuri,” katanya.

Ia menyebut, capaian produksi beras nasional menunjukkan tren positif.

Tahun lalu, Indonesia surplus 1,5 juta ton gabah setara beras.

“Tahun ini kita targetkan naik jadi 4 juta ton. Kalau tercapai, insyaallah kita tidak hanya tidak impor, tapi bisa ekspor beras,” ucapnya.

Ia menegaskan swasembada pangan merupakan bagian dari kedaulatan bangsa.

Menurutnya, negara tidak akan memiliki kehormatan jika kebutuhan pangannya bergantung pada impor.

“Kalau makan saja tergantung orang lain, di mana kehormatan kita. Swasembada pangan itu kedaulatan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menjelaskan panen raya di Turikale merupakan bagian dari upaya peningkatan indeks pertanaman di Maros.

Ia memaparkan, total luas tanam padi di Kabupaten Maros tahun 2025 mencapai 50.381 hektare, dengan luas panen 48.324 hektare dan total produksi 309.654 ton.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved