Rp66,6 Miliar Dana BOSP Mengalir ke Maros, Ini Rincian untuk PAUD hingga SMP
Dana BOSP 2026 dialokasikan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menerima alokasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp66,6 miliar pada 2026.
Nilai tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp65,1 miliar.
Dana BOSP 2026 dialokasikan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Zainuddin, menyebut porsi anggaran terbesar diberikan kepada jenjang Sekolah Dasar (SD).
“Alokasi untuk SD mencapai Rp41.260.700.000, sementara jenjang SMP sebesar Rp19.539.040.000,” kata Zainuddin, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, dana BOSP juga disalurkan ke satuan pendidikan lainnya, yakni Taman Kanak-kanak (TK) Rp3.064.200.000, Kelompok Bermain (KB) Rp2.151.000.000, Tempat Penitipan Anak (TPA) Rp33.000.000, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rp333.300.000, serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rp286.300.000.
Zainuddin menjelaskan, besaran dana BOS diterima sekolah ditentukan berdasarkan jumlah peserta didik.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional sekolah, honor guru non-ASN yang terdata di Dapodik, tenaga teknis, belanja modal, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.
“Penggunaan dana BOS wajib mengacu pada petunjuk teknis agar benar-benar mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Asri Rajab, mengungkapkan terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit.
Di jenjang SD, SDIT An-Nas Mandai dan SD IT Yabunurah Toddopulia masing-masing memiliki 9 siswa.
Disusul UPTD SDN 205 Inpres Moncongjai dan UPTD SDN 184 Inpres Tanete dengan masing-masing 11 siswa.
Adapun sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di jenjang SD adalah UPTD SDN 103 Inpres Hasanuddin dengan 766 siswa.
Pada jenjang SMP, sekolah dengan jumlah siswa paling sedikit adalah SMP IT Yadi Padaria dengan 10 siswa, serta UPTD SMPN 34 Satap Kajuara sebanyak 32 siswa.
Sementara jumlah siswa terbanyak tercatat di UPTD SMPN 1 Turikale dengan total 941 siswa. (*)
| Kisah Qoriah Tunanetra di MTQ XXXIV Sulsel, Belajar dari Mendengar hingga Gunakan Alquran Braille |
|
|---|
| Husniah Talenrang Hadiri MTQ Sulsel di Maros, Motivasi Kafilah Gowa dan Minta Doa Warga |
|
|---|
| Polres Maros Ringkus 21 Anggota Geng Motor, Bawa Busur hingga Parang, Satu Buron |
|
|---|
| Haddad Alwi Bakal Meriahkan Pembukaan MTQ Sulsel 2026 di Maros |
|
|---|
| Seorang Pemuda Berani Ancam Polisi dengan Busur di Jalan Poros Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DANA-BOS-Siswa-SD-dan-SMP-di-Kabupaten-Maros.jpg)