Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Usut Dugaan Korupsi Pansimas Era Muetazim Kadis PU Maros, Unit Tipikor Mulai Pemanggilan

Menara Rp300 juta itu roboh saat tengah menampung air. Harapan warga mendapat pasokan air pada Minggu (7/12/2025) lalu, pupus.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KORUPSI PAMSIMAS - Polres Maros usut dugaan korupsi menara Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Menara era Muetazim Kadis PU Maros itu roboh saat tengah menampung air yang rencananya akan dialirkan ke rumah warga pada Minggu (7/12/2025) 

“Itu Pamsimas dibangun tahun 2023 dan sudah difungsikan. Mungkin tanahnya bergeser, jadi dari empat kaki, satu kakinya yang goyang. Bisa jadi pengaruh banjir juga,” katanya saat ditemui di ruangannya setelah rapa lanjutan Penanganan Banjir di Moncongloe Maros, Selasa (9/12/2025).

Ia menyebutkan, meski masa pemeliharaannya telah berakhir, secara spesifikasi konstruksi disebut sudah sesuai standar.

Akibat robohnya Pansimas tersebut, kata dia suplai air bersih kemungkinan besar akan terjadi.

“Kalau berdampak, pasti berdampak karena supply air bersih terganggu. Kita akan carikan dulu solusinya bagaimana bisa dibangun kembali,” tegasnya.

Ia menyebutkan Pamsimas itu sudah lama berjalan dan bukan bangunan baru.

anggaran pembangunannya sebesar Rp300 juta yang bersumber dari kementerian dalam program Pelayanan Sistem Air Minum Berbasis Masyarakat.

“Bukan baru itu. Sudah tiga tahun berfungsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alfian Amri, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab robohnya menara tersebut.

“Kami sementara turunkan tim untuk mengetahui penyebabnya. Belum bisa disimpulkan karena masih dalam pemeriksaan,” bebernya.

Alfian juga telah memanggil pihak pelaksana pembangunan untuk membahas solusi agar Pamsimas itu bisa kembali dimanfaatkan.

“Saya sudah komunikasi dengan pelaksananya supaya dicari solusi. Masyarakat menanti pemanfaatannya kembali,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved