Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Moncongloe Maros

Jalan Rusak Moncongloe Maros Tertutupi Air Keruh, Warga: Setiap Hari Kecelakaan, Tak Ada Perbaikan

Kondisi ini bukan hanya mengganggu, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
JALAN RUSAK - Jalan Poros Moncongloe–BTP Makassar, tepatnya di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros rusak parah. Kemacetan panjang kerap terjadi di depan SPBU. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Jalan Poros Moncongloe–BTP Makassar, tepatnya di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, rusak parah.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.

Hujan deras selalu meninggalkan genangan air.

Berdasarkan laporan warga, badan jalan utama di depan SPBU 7490517 dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar.

Lubang-lubang ini tertutup genangan air keruh, menciptakan "jebakan betmen" berbahaya yang sulit dihindari oleh para pengendara, khususnya sepeda motor.

Kerusakan jalan yang parah ini secara langsung memicu kemacetan yang luar biasa dan terjadi setiap hari di jam-jam sibuk.

Kemacetan ini disebabkan oleh pengendara yang harus memelankan laju kendaraan secara ekstrem untuk mencari celah jalan yang masih utuh.

Ulla,  seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya.

Menurutnya, kemacetan parah terjadi secara rutin dan sudah banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan tersebut.

"Kemacetan terjadi setiap hari akibat lubang jalan. Sudah banyak kecelakaan. Lubangnya itu dalam-dalam, kalau sudah tergenang air, pengendara motor tidak bisa lihat mana lubang, mana jalan," ujar Ulla.

Jalan Poros Moncongloe merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Maros dengan Kota Makassar, melalui kawasan BTP.

Keberadaan lubang menganga yang diperparah genangan air sisa banjir ini dikhawatirkan akan semakin merusak kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan fatal.

Warga setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Maros dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk segera melakukan perbaikan total terhadap ruas jalan tersebut, mengingat jalur ini adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Warga lain Anto mengatakan, meski lubang depan SPBU biang macet dan kecelakaan, namun belum ada tindaklanjut dari pemerintah.

"Jalan rusak dan banjir dibiarkan terjadi. Pemerintah terkesan tak peduli," kata dia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved