Jalan Poros Moncongloe Maros-BTP Rusak Parah Digenangi Air, Pengendara Kecelakaan, Macet Setiap Hari
Lubang mengaga tertutupi air. Kemacetan parah setiap hari di Jalan Poros Moncongloe - BTP Makassar pun terjadi.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Infrastruktur jalan utama di sekitar kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini berada dalam kondisi kritis.
Kerusakan parah berupa lubang-lubang dalam di badan jalan depan SPBU 7490517 itu, diperparah genangan air sisa banjir.
Lubang mengaga tertutupi air, menciptakan jebakan berbahaya bagi pengendara.
Kemacetan parah setiap hari di Jalan Poros Moncongloe - BTP Makassar pun terjadi.
Kondisi jalan di lokasi ini hampir menyerupai kolam berlumpur .
Lubang-lubang yang menganga, yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah, kini tertutup sempurna genangan air.
Menurut kesaksian warga sekaligus pengguna jalan, Anto (35), kondisi ini telah menyebabkan banyak insiden kecelakaan.
"Hampir setiap hari ada yang jatuh. Lubang itu kan tidak kelihatan karena tertutup air cokelat. Khususnya pengendara motor, tiba-tiba masuk lubang, lalu hilang keseimbangan. Ini sudah sangat mengancam keselamatan kami," ujar Anto dengan nada kesal kepada Tribun-maros.com, Selasa (9/12/2025).
Sejumlah pengendara motor harus ekstra hati-hati menerobos genangan air setinggi 20 sentimeter.
Sementara kendaraan lain, baik roda dua maupun roda empat, harus mengantre panjang karena laju kendaraan yang melambat .
Kerusakan jalan yang dibarengi genangan air telah memangkas lebar jalan yang bisa dilalui, memaksa kendaraan melaju perlahan dan berebut jalur yang dianggap lebih aman.
Kondisi ini langsung memicu penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, menjadikan Jalan Poros Moncongloe - BTP macet total .
Kemacetan yang tak terhindarkan ini telah merugikan waktu dan aktivitas ribuan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut sebagai akses utama menuju Kota Makassar (BTP) dan sebaliknya.
Kekecewaan warga tidak hanya ditujukan pada kondisi jalan, tetapi juga pada minimnya respons dari pihak berwenang.
Anto menyatakan, permasalahan kerusakan jalan dan genangan air ini sudah berlangsung lama tanpa adanya tindakan nyata.
"Kami sudah bosan mengeluh. Baik Pemerintah Desa Moncongloe, Pemerintah Kecamatan Moncongloe, bahkan Pemerintah Kabupaten Maros, seolah-olah tidak punya solusi atau tutup mata dengan penderitaan kami di sini," kritik Anto.
"Masalahnya bukan hanya menambal lubang, tapi juga bagaimana drainase air ini bisa lancar agar genangan tidak terjadi lagi setelah hujan." kata dia.
Warga lain Firman mengaku setiap hari juga terjebak macet.
Ia harus menerobos macet saat antar - jemput anak sekolah.
"Pagi dan siang terjebak macet. Macetnya sekira dua kilometer," kata dia.
Sejumlah kendaraan harus ekstra hat-hati saat melintas digenangan supaya tak kecelakaan.
"Kalau dari arah BTP, saya sudah terjebak macet jelang magrib, nanti sudah isya baru bisa tembus," kata dia.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan sistem drainase yang memadai untuk mengatasi genangan air, hingga perbaikan total jalan yang sudah rusak parah.
Keselamatan dan kelancaran mobilitas warga Moncongloe dan sekitarnya kini dipertaruhkan setiap hari.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah hingga berita ini diturunkan. (*)
| Damkar Maros Terima Laporan Tak Biasa, Evakuasi Cincin di Jari Jenazah |
|
|---|
| MPV Terobos Proyek Jl Aroepala, BMBK Bakal Perbanyak Palang Pembatas |
|
|---|
| Chaerul Syahab Kantongi 32 Dukungan Cabor, Siap Gantikan Marjan Massere Ketua KONI Maros |
|
|---|
| Dua Anak Tenggelam di Sungai Bossolo Maros, Satu Meninggal Dunia |
|
|---|
| Libur Iduladha, Bantimurung Maros Dipadati Wisatawan, Pengunjung Diprediksi Tembus 5.000 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Kondisi-ruas-jalan-utama-di-sekitar-kantor.jpg)