Sosok Salman Alfariz Anak Raja SPBU Sulsel Jadi Ketua DPC PPP Makassar
Salman Alfariz Karsa putra dari Sukardi Haseng raja minyak dan raja SPBU di sejumlah kabupaten kota Sulsel
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR – Legislator muda DPRD Sulawesi Selatan, Salman Alfariz Karsa Sukardi, dipercaya memegang kendali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar.
Ia akan menggantikan Muhammad Akbar Yusuf sebagai Ketua DPC PPP Makassar.
Kepastian tersebut dibenarkan Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara.
Salman dijadwalkan menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua PPP Makassar pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Penyerahan SK tersebut akan dilakukan dalam rangkaian pelantikan pengurus DPW PPP Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar.
Penunjukan Salman menjadi bagian dari proses regenerasi di tubuh PPP.
Apalagi usianya masih tergolong muda dan pada Pemilu 2024 lalu ia berhasil duduk sebagai anggota DPRD Sulsel di usia 25 tahun.
Kini, perjalanan politiknya kembali memasuki babak baru.
Dari kursi DPRD Sulsel, Salman mendapat amanah memimpin PPP Makassar, partai yang saat ini memiliki lima kursi di DPRD Kota Makassar.
Di luar aktivitas politik, Salman berasal dari keluarga pengusaha yang cukup dikenal di Sulsel.
Ia merupakan putra H Sukardi Haseng dan Hj Sabriati yang berasal dari Cabbenge, Kabupaten Soppeng.
Nama Sukardi Haseng dikenal sebagai pengusaha di sektor minyak dan gas (migas).
Saat ini, ia memimpin Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Makassar.
Selain itu, Sukardi Haseng juga diketahui memiliki sejumlah jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di sejumlah daerah.
| Daftar 47 Pejabat Baru Pemkot Makassar: Ada Bidan, Apoteker, Dokter Dipercaya Jabat Kepala Puskesmas |
|
|---|
| Mendarat di Papua Barat, Kontingen Pesparawi Sulsel Siap Berkompetisi di 9 Kategori Lomba |
|
|---|
| Akhiri Masa Plt Kepala Puskesmas, Munafri Lantik 47 Pejabat Baru Makassar |
|
|---|
| Disdik Sulsel Digeledah Kejati Soal Dugaan Korupsi Rp13 M Usai 326 Kepala Sekolah Mundur |
|
|---|
| Sudah Tiga Jam Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Anggaran Perpustakaan Digital Rp13 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260617-Salman-Alfariz-Karsa-Sukardi.jpg)