Harga BBM Naik Lagi
Azwar Rasmin Soroti Kenaikan BBM Nonsubsidi Pertamax
Azwar Rasmin menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi perhatian Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin.
Ia menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi.
Meski demikian, ia menilai kebijakan tersebut tentu telah melalui perhitungan dan pertimbangan pemerintah pusat, terutama terkait beban subsidi energi yang selama ini cukup besar.
Diketahui, saat ini setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar sudah memasang harga Pertamax sebesar Rp16.650 per liter yang awalnya hanya Rp12.600 per lite saja.
Sementara itu, untuk BBM bersubsidi tetap berada di harga yang sama seperti Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.
Menurut Aswar, yang terpenting saat ini adalah kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Politisi PKS itu meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif, khususnya dalam menghindari kelangkaan BBM maupun antrean panjang di SPBU.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibebani dua kali, yakni menghadapi kenaikan harga sekaligus harus mengantre untuk mendapatkan BBM.
“Sudah harganya naik, masyarakat masih harus mengantri lagi. Di sinilah peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan,” katanya kepada Tribun Timur, Jumat (11/6/2026).
Aswar mencontohkan, Dinas Perhubungan dapat membantu mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU apabila terjadi lonjakan pembelian BBM pasca-kenaikan harga.
Meski menyayangkan kebijakan tersebut, Aswar bersyukur pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.
Ia menilai kenaikan kali ini lebih banyak menyasar pengguna BBM nonsubsidi yang umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas.
"Syukurnya, Pertalite dan Solar tidak dinaikkan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Ia berharap kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat memperberat beban masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260613-DPRD-Makassar.jpg)