Muhammad Dahlan Pimpin Asmindo Sulsel, Siap Dongkrak Daya Saing Industri Mebel
Muhammad Dahlan resmi memimpin Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Sulsel periode 2026-2031.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sudirman
Ia juga menekankan pentingnya mendorong produk-produk anggota Asmindo masuk ke dalam sistem e-katalog pemerintah melalui pemenuhan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain legalitas, Prof Agustinus menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan juga menjadi faktor penting.
Pelatihan tersebut terutama berkaitan dengan pengembangan desain produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan instansi pemerintah maupun sektor swasta.
“Kalau desainnya tidak sesuai, kita tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka. Karena itu pelatihan terkait desain menjadi sangat penting,” jelasnya.
Keberhasilan industri mebel Sulsel tidak dapat dicapai secara individual.
Para pelaku usaha perlu membangun kolaborasi yang kuat, baik antaranggota Asmindo di Sulsel maupun dengan pengurus daerah Asmindo di berbagai provinsi lainnya.
"Kita tidak bisa membuat produk sendiri, tetapi harus saling mendukung antar pengusaha di Sulawesi Selatan dan juga dengan komda-komda lain di seluruh Indonesia,” kata dia.
Ketua Asmindo Komda Sulsel, Muhammad Dahlan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan industri mebel sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Menurut Dahlan, salah satu fokus kepengurusannya adalah memperkuat usaha anggota sekaligus memperluas penyerapan produk mebel lokal oleh instansi pemerintah maupun sektor swasta.
"Selain itu, bagaimana mengembangkan usaha-usaha yang ada dan kalau bisa semua hasil produk anggota dapat diserap oleh instansi pemerintah maupun swasta,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan industri mebel ke depan akan semakin berat karena persaingan yang semakin ketat.
Karena itu, pelaku usaha dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan menghadirkan harga yang kompetitif.
"Persaingan ke depan sangat ketat, sehingga kualitas harus terus diperbaiki dan harga yang ditawarkan tetap kompetitif,” jelasnya.
| Dosen Polimedia Makassar Kembangkan Aplikasi Stunting Care Lewat Fitur Jajanan Sehat Remaja Putri |
|
|---|
| Munafri Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,1 Miliar di Sangkarrang |
|
|---|
| Lahan Makam Makassar Kian Langka, Sudiang Memorial Park Hadir dengan Konsep Eksklusif Syar’i |
|
|---|
| Pete-pete Laut Akhirnya Berlayar, Warga Kepulauan Makassar Kini Bisa Menyeberang Gratis |
|
|---|
| Appi Blusukan ke Pulau, Salurkan Bantuan hingga Cek Layanan KTP dan Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-13-Dedy-Rochimat-kiri-dan-Ketua-Asmindo-Komda-Sulsel-Muhammad-Dahlan-kanan.jpg)