RIDOH Challenge RC Dampingi UMKM Singa Laut Naik Kelas Menuju Pasar Modern
Kunjungan ini bagian dari program pendampingan intensif yang menjadi ciri khas komunitas dalam membina para pelaku usaha lokal.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih profesional dan berdaya saing tinggi terus diwujudkan melalui pendampingan langsung ke lapangan oleh komunitas pemberdayaan RIDOH CHALLENGE RC.
Komunitas yang berada di bawah naungan PT RIDOH TANTANGAN UMKM tersebut melakukan kunjungan langsung ke rumah produksi UMKM Singa Laut di kawasan Jalan Kima Tol, Makassar, Sabtu (6/6/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari program pendampingan intensif yang menjadi ciri khas komunitas dalam membina para pelaku usaha lokal.
Sebagai wadah kolaboratif, RIDOH CHALLENGE RC aktif memberikan pembinaan mulai dari peningkatan kualitas produk, penyempurnaan kemasan, penguatan legalitas usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para anggotanya.
Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan adalah Singa Laut, usaha yang bergerak di bidang produksi minyak gosok dan aromatherapy milik pengusaha muda Makassar, Adrian Dwi Lismono.
Pemuda kelahiran Ujung Pandang, 23 Februari 1997 itu dinilai berhasil membangun usaha berbasis produk kesehatan tradisional dengan pengelolaan yang modern dan taat terhadap regulasi.
Dalam proses kurasi komunitas, UMKM Singa Laut menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang telah memiliki legalitas lengkap sebagai modal penting untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Produk minyak gosok Singa Laut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar BPOM dengan nomor POM TR 173601861, serta Sertifikasi Halal yang memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.
Pendiri RIDOH CHALLENGE RC, Ridwan Mochsen, menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha yang bergabung dalam komunitas wajib melewati proses seleksi dan kurasi yang cukup ketat.
“Iya, memang saya ada semacam seleksi kurasi terlebih dahulu dari segi produknya, baik dari tekstur maupun rasa. Terus juga saya menanyakan terkait legalitasnya, apakah mereka sudah berlegalitas atau belum,” ujarnya.
Menurut Ridwan, bagi UMKM yang belum memiliki legalitas usaha, pihaknya akan membantu proses pengurusan dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun izin PIRT.
Sementara bagi pelaku usaha yang legalitasnya sudah lengkap, fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan kualitas kemasan agar sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.
Selain melakukan pendampingan teknis, Ridwan juga menerapkan sistem monitoring langsung ke lokasi usaha para anggota untuk memastikan perkembangan bisnis berjalan sesuai target.
Komunitas tersebut bahkan menerapkan sistem penilaian berbasis poin sebagai bentuk evaluasi terhadap kedisiplinan, konsistensi, serta kepatuhan anggota terhadap aturan yang telah disepakati bersama.
“Ada pun misalkan bantuan-bantuan juga saya berikan, itu kembali lagi dari nilai poin yang para UMKM telah lakukan. Penilaian diukur dari segi kerajinan, ketepatan, konsistensi terhadap aturan yang saya buat di komunitas, termasuk nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kekompakan,” katanya.
Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas usaha, RIDOH CHALLENGE RC juga berperan sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan formal untuk membuka akses pembiayaan usaha.
Ridwan menjelaskan bahwa pelaku usaha yang dinilai telah siap dari sisi manajemen dan produk akan difasilitasi untuk mendapatkan informasi maupun akses terhadap berbagai program pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kalau dari segi permodalan itu, kembali lagi kepada UMKM-nya, apakah memenuhi syarat atau tidak. Misalkan dari Bank BNI, mereka ingin mengajukan KUR atau pembiayaan lainnya, itu kembali lagi kepada pihak BNI yang langsung menangani dan memverifikasi. Saya hanya sebatas penghubung, sebagai jembatan untuk para UMKM,” jelasnya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, RIDOH CHALLENGE RC berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperkuat legalitas usaha, dan menembus pasar yang lebih luas.
Kehadiran UMKM Singa Laut menjadi salah satu contoh bagaimana kombinasi antara komitmen pelaku usaha dan pendampingan yang tepat dapat mendorong lahirnya usaha lokal yang profesional, mandiri, dan siap bersaing di tingkat nasional.
| Tak Hanya Jual Motor, Asmo Sulsel Bantu UMKM Kembangkan Usaha Lewat Workshop |
|
|---|
| 40 UMKM Kuliner di Makassar Belajar Strategi Bisnis |
|
|---|
| Pengamat Ekonomi Unhas: Pembatasan PPh Final UMKM Berpotensi Tambah Beban Pelaku Usaha |
|
|---|
| Kanwil DJP Sulselbartra Tunggu Arahan Pusat Terkait PPh Final UMKM |
|
|---|
| Inkindo Sulsel Soroti Dampak Pembatasan Penerima Fasilitas PPh Final UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608_RC_ridoh_Challange.jpg)