Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Presiden Lirik Bahasa Prancis, Prof Arismunandar Minta Pemerintah Siapkan Guru Lebih Dulu

Dewan Pendidikan Sulsel Prof Arismunandar menilai pembelajaran bahasa asing sejatinya hanya mata pelajaran pilihan.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BAHASA ASING - Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof Arismunandar  saat dipotret di kantor Tribun-Timur.com. Prof Arismunandar meminta pemerintah memastikan ketersediaan guru sebelum menerapkan pelajaran Bahasa Prancis. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah kembali mencanangkan penambahan pembelajaran Bahasa asing.

Di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Prabowo Subianto menyatakan minat menerapkan pembelajaran Bahasa Prancis di tingkat sekolah.

Kebijakan ini dinilai merespon daya saing global.

Dewan Pendidikan Sulsel Prof Arismunandar menilai pembelajaran bahasa asing sejatinya hanya mata pelajaran pilihan.

Sejumlah hal harus dipastikan pemerintah sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

Diantarnya terkait ketersediaan guru-guru berkompeten.

Apabila diterapkan, guru-guru Bahasa Prancis harus bisa dipastikan tersebar ke sekolah se-Indonesia.

Tidak hanya di pusat kota, hingga ke sekolah pelosok.

Di sisi lain, minat pembelajaran bahasa asing juga harus ditingkatkan.

Sehingga pelajaran bukan hanya seremonial di ruang-ruang kelas. Siswa dengan antusias belajar dan memahami materi pelajaran.

"Selain bahasa Inggris bahasa asing lain bisa diajarkan tapi pilihan alias tidak wajib bagi sekolah. Selain masalah tidak tersedianya guru, minat siswa belajar bahasa asing juga rendah yang menjadi faktor penghambat," kata Prof Arismunandar kepada Tribun-Timur.com pada Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pendidikan bahasa asing seharusnya diperkuat pada Bahasa Inggris.

Sebagai bahasa internasional, pendidikan berbasis bilingual perlu mulai diterapkan dari jenjang SD sampai SMA.

Fokus pendalaman pelajaran Bahasa Inggris pun hendaknya jadi perhatian pemerintah.

"Iya betul ini dulu diperkuat dan sebaiknya dimulai sejak SD melalui pembelajaran bilingual inggris-indonesia atau pembelajaran terpisah," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved