Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tabrak Wanita Tukang Pompa Ban di Biringkanaya, Mahasiswa Unhas Diparangi Hingga 2 Jari Putus

Unggahan akun Facebook itu tampak melampirkan foto pria yang diduga suami terduga pelaku penganiayaan.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/(Dok. Pribadi/Zainuddin)
MAHASISWA UNHAS - Tangkapan layar video saat MHN dirawat usai diparangi emak-emak Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Paman korban, Zainuddin berharap pelaku segera ditangkap. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Viral di sosial media, seorang pria berinisial MHN yang dikabarkan mahasiswa Unhas, menjadi korban penganiayaan hingga jari tangannya terputus terkena sabetan parang.

Informasi peristiwa itu diunggah akun Facebook bernama Zainuddin Zainuddin di grup Facebook GRAB MAKASSAR (FORUM KOMUNIKASI).

Unggahan akun Facebook itu tampak melampirkan foto pria yang diduga suami terduga pelaku penganiayaan.

Ada juga foto korban yang duduk di ranjang perawatan rumah sakit dan potongan jari dalam toples pelastik kecil.

Selain itu, juga dilampirkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) di Polsek Biringkanaya.

Dalam surat STPL itu disebutkan, bahwa kejadian bermula saat korban MHN mengalami kecelakaan hingga menabrak pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah itu, korban disebut bermaksud meminta maaf kepada pelaku lalu tiba-tiba korban langsung dipukul menggunakan balok kayu.

Setelah itu, pelaku mengambil sebilah parang dan memarangi korban dan mengenai bagian belakang kepala.

Setelah itu, pelaku disebut hendak memarangi lagi pada arah depan bagian muka namun ditangkis korban menggunakan tangan kanan hingga berakibat satu jarinya terputu.

Selain itu, MHN juga disebut mengalami luka pada bagian lengan kanan dan kepala hingga dirawat di rumah sakit.

Peristiwa itu, dituliskan dalam STPL tersebut terjadi di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, 2 Juni 2026, Pukul 19.00 Wita.

Tribun pun mengonfirmasi nomor pengunggah yang tertera di foto profilnya.

Sang pengunggah mengaku bernama Zainuddin (50) selaku paman korban MHN.

Zainuddin mengatakan, kejadian bermula saat MHN pulang berkunjung di rumah temannya.

Ia pun berkendara motor dari arah Maros menuju kembali kampus Unhas.

Saat melintas di lokasi, kata Zainuddin, MHN mengalami kecelakaan dan menabrak perempuan yang sedang mengisi angin ban mobil di pinggir jalan.

"Ada seorang ibu sedang pompa itu ban mobil. Mungkin lagi jongkok di situ, di pinggir jalan, ini keponakan mungkin dia (tidak sengaja) tabrak itu, dia tidak perhatikan," ujar Zainuddin dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

"Setelah itu turunlah ini saya punya keponakan masuk ke rumahnya minta maaf. Inikan korban lugu sekali," tambahnya.

Namun, lanjut Zainuddin, niat MHN meminta maaf justru direspon berbeda oleh perempuan yang ditabraknya.

"Begitu dia minta maaf langsung dihantam pakai balok dengan parang, belakang parang dulu dia dihantam kepalanya. Kemudian tajamnya parang itu dihantam dari depan kepalanya dia tangkis pakai tangan, akhirnya dua jarinya putus," bebernya.

Jari telunjuk dan tengah tangan kanan MHN, putus akibat serangan yang dialami.

Zainuddin pun berharap agar kasus itu ditangani serius oleh Polsek Biringkanaya.

Pasalnya, korban yang sudah memasuki masa penyelesaian studi di FKM Unhas, harus mengalami cacat akibat kasus penganiayaan itu.

"Harapan saya ini supaya segera ditangkap ini pelaku. Sebenarnya kalau gerak cepat itu malam bisa ditangkap itu pelaku," harapnya.

Selain itu, orangtua korban, kata Zainuddin harus menanggung biaya perawatan puluhan juta akibat penangan medis tak ditanggung asuransi kesehatan.

"Sudah keluar hari Sabtu kemarin, biaya rumah sakit tidak di cover BPJS karna kasus penganiayaan, orang tua pusing biaya rumah sakit  Rp75 juta," tulis Zainuddin.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Mataram, juga mengaku telah menerima laporan korba.

"Iya kami sudah tangani, korbannya dirawat di rumah sakit," kata Iptu Mataram dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026) malam.

Terduga pelaku lanjut Mataram, adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai tukang tambal ban.

Saat ditanya motif pemarangan itu terjadi, Mataram mengatakan, dipicu kasus kecelakaan lalu lintas.

"Korbannya nabrak. Ini kan (awalnya) pelaku sedang isi angin, korbannya naik motor terus nabrak itu pelakunya," terang Mataram.

"Terus mau minta maaf, masuk ke rumahnya itu pelaku terus diparangi mi," lanjutnya.

Usai kejadian, lanjut Mataram, pelaku langsung kabur dari lokasi.

"(Pelaku) Belum (diperiksa) kabur'ki, makanya dicari. Iya (korban) putus jarinya satu," tuturnya.

Kini kasus itu, kata Mataram masih terus didalami sembari mencari keberadaan pelaku.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved