Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinas PMD Sulsel Siapkan Rp 10 Miliar Hilirisasi Produk Desa, Kopi Terget Utama

Lebih jauh bisa mengolah hasil alam menjadi produk bernilai tambah agar bisa menembus pasar global

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
EKSPOR DESA - - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muh Saleh di Rujab Gubernur Sulsel pada Rabu (3/6/2026). Dinas PMD Sulsel menyiapkan Rp 10 miliar memulai hilirisasi komoditi dari desa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hasil alam di desa-desa kini harus bisa menembus pasar internasional.

Pemerintah mendorong desa tidak lagi hanya penghasil bahan mentah.

Lebih jauh bisa mengolah hasil alam menjadi produk bernilai tambah agar bisa menembus pasar global

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel Muh Saleh menyiapkan skema desa tematik berfokus mengelola komoditi unggulan.

"Kemarin Kita dorong desa tematik apa yang jadi potensi kita dorong. Tahun ini kami sudah klaster desa-desa melihat potensi yang bisa kembangkan. Apa bisa kita intervensi misalnya desa penghasil kopi, kopi itu jangan dijual mentah. Bagaimana kopi diolah jadi barang jadi. Kami punya anggaran mendukung desa yang punya potensi meningkatkan ekonomi desanya," kata Kepala PMD Sulsel Muh Saleh pada Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sejumlah komoditas di Sulsel memiliki potensi dikembangkan melalui hilirisasi tingkat desa.

Misalnya komoditas Kopi dari Sulsel yang sudah menembus pasar dalam negeri.

Selama ini, publik banyak mengenal Kopi Toraja sebagai produk unggulan komoditi ini.

Padahal disebut Saleh beberapa daerah lain memiliki kopi yang layak bersaing.

"Kopi itu di Luwu, Toraja, Enrekang, Gowa, Bone, makanya kita klaster. Bawang misalnya di Enrekang. Bawang itu jangan berpikiran jual mentah, tapi bagaimana bisa jadi bawang goreng. Kita lihat Palu itu diolah, dan terkenal sekali,"

Memuluskan rencana itu, Dinas PMD telah menyiapkan anggaran memantik peningkatan komoditi desa.

Kelompok tani akan digandeng demi target ekspor mulai tahun 2026 ini.

"Kami ada sekitar 10 Miliar.  Tahun ini targetnya kita ada bisa di ekspor. kita klaster dulu yang punya potensi," katanya

Setelah pemetaan klaster dilakukan, Dinas PMD siap memulai strategi hilirisasi produk dengan memanfaatkan alokasi anggaran tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel Asrul Sani menyebut sektor perkebunan dan perikanan di Sulsel sangat berorientasi ekspor.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved