Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Adi Suryadi Culla: Danny Pomanto Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Petahana DPR RI Dapil Sulsel I

Danny Pomanto sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029. 

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Tribun-timur.com
PDIP SULSEL – Kolase Ketua Bappilu PDIP Sulsel, Danny Pomanto (kiri) dan Adi Suryadi Culla (kanan). Adi mengatakan peluang Danny Pomanto duduki kursi DPR RI sangat terbuka lebar. 

“Jadi Pak Danny menjadi calon gubernur itu bukan hal yang sia-sia sebetulnya, karena itu bisa menjadi modal politik buat Pak Danny untuk mendapatkan dukungan masyarakat dalam pengertian yang lebih luas,” ujarnya.

“Nah itu saya kira dengan pengalaman sebagai calon gubernur yang lalu, modalnya sudah bisa dimanfaatkan untuk pemilihan calon legislatif DPR RI,” tambahnya.

Selain itu, dua periode kepemimpinan Danny sebagai Wali Kota Makassar juga menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi banyak calon lainnya.

Menurut Adi, Makassar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan politik Sulawesi Selatan membuat sosok Danny telah dikenal luas oleh masyarakat.

“Dua periode dia menjabat sebagai wali kota Makassar itu sudah menjadi kredit poin yang membuat Pak Danny diperhitungkan. Apalagi sebagai wali kota Makassar yang merupakan episentrum Sulsel,” katanya.

Karena itu, Danny dinilai tidak perlu lagi membangun popularitas dari awal sebagaimana yang harus dilakukan banyak pendatang baru dalam politik nasional.

“Dia tidak perlu lagi memulai dari nol berdasarkan popularitas. Hampir bisa diperhitungkan secara luas bahwa Pak Danny dikenal oleh masyarakat Sulsel sebagai mantan wali kota Makassar,” ujarnya.

Adi menambahkan, rekam jejak Danny dalam memimpin pemerintahan dan menjaga dukungan masyarakat selama dua periode menjadi modal sosial dan modal kepemimpinan yang kuat.

“Dengan reputasi yang dimiliki selama menjabat sebagai wali kota, ada pengalaman yang kuat dalam mengelola pemerintahan dan mengelola dukungan masyarakat. Itu semua menjadi modal individual, modal sosial, modal kepemimpinan, dan modal politik yang dimiliki Pak Danny,” katanya.

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa pertarungan di Dapil Sulsel I tetap tidak mudah. 

Dapil yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar itu dikenal sebagai salah satu dapil paling kompetitif di Sulawesi Selatan.

Pada Pemilu 2024, delapan kursi DPR RI dari Dapil Sulsel I diraih oleh Rudianto Lallo (NasDem) dengan 97.597 suara, Hamka B Kady (Golkar) 119.558 suara.

Selanjutnya Meity Rahmatia (PKS) 97.783 suara, Azikin Solthan (Gerindra) 54.667 suara, Ashabul Kahfi (PAN) 92.606 suara.

Andi Ridwan Wittiri (PDIP) 80.364 suara, Syamsu Rizal MI (PKB) 48.794 suara, dan Achmad Daeng Se’re (NasDem) 19.071 suara.

Menurut Adi, kehadiran Danny akan membuat persaingan menuju Senayan semakin ketat bagi seluruh calon, termasuk petahana yang saat ini telah memiliki kursi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved