Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Usul Tambah Lampu Jalan di Makassar Demi Kurangi Kejahatan

Basdir menilai keberadaan lampu jalan berfungsi optimal sangat penting untuk menekan angka kejahatan di Kota Makassar

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
LAMPU JALAN - Anggota DPRD Makassar, Basdir, saat ditemui di Balai Kota Makassar, beberapa waktu lalu. Basdir minta pemaksimalan lampu jalan untuk atasi kriminalitas. 
Ringkasan Berita:
  • Banyak titik ruas jalan yang gelap dan dinilai rawan memicu tindak kriminalitas
  • Terlebih lagi, di daerah pilihan (dapil) dari Anggota DPRD Makassar, Basdir
  • Basdir mengatakan keberadaan lampu jalan yang berfungsi optimal sangat penting untuk menekan angka kejahatan di Kota Makassar

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Makassar yang tidak menyala menjadi sorotan.

Pasalnya, banyak titik ruas jalan yang gelap dan dinilai rawan memicu tindak kriminalitas.

Terlebih lagi, di daerah pilihan (dapil) dari Anggota DPRD Makassar, Basdir.

Basdir berasal dari Dapil Makassar II meliputi Kecamatan, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah dan Sangkarrang.

Ia mengatakan keberadaan lampu jalan yang berfungsi optimal sangat penting untuk menekan angka kejahatan di Kota Makassar.

Menurutnya, kondisi jalan yang gelap sering kali menjadi lokasi berkumpulnya anak muda tanpa aktivitas positif dan memicu kerawanan keamanan.

“Ini salah satu faktor yang menyebabkan tingkat kerawanan kriminal tinggi adalah gelapnya jalan-jalan di beberapa wilayah di Makassar,” katanya saat dihubungi Tribun Timur, Jumat (29/5/2026).

Politisi PKB itu mengaku, daerah pemilihannya termasuk salah satu kawasan yang rawan terjadi perang kelompok. 

Karena itu, penerangan jalan menjadi kebutuhan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Kalau lampu jalan dimaksimalkan dan dinyalakan, saya kira itu akan mengurangi tingkat kriminal,” ungkapnya.

Terbaru, kata Anggota Komisi B itu, terdapat penambahan dua unit skylift yang di Dishub Makassar.

Basdir berharap penambahan dua unit skylift yang dilakukan Dishub Makassar dapat memaksimalkan perawatan PJU sehingga lebih banyak lampu jalan yang cepat diperbaiki ketika mengalami kerusakan.

Menurutnya, anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah harus berdampak langsung terhadap keamanan masyarakat.

“Harapannya tentu dengan anggaran yang dikeluarkan untuk penambahan itu bisa meminimalisir tingkat kriminal dengan menyalanya lampu-lampu jalan,” ujarnya.

Ia juga menilai aksi kejahatan jalanan seperti begal umumnya terjadi di lokasi minim penerangan.

“Jarang sekali begal beraksi di tempat yang terang, biasanya di tempat-tempat gelap,” jelasnya.

Kepala Dishub Makassar Muhammad Rheza mengatakan, aduan lampu jalan menjadi laporan terbanyak sejak aplikasi Lontara diluncurkan.

“Lampu jalan aduannya itu sejak Lontara ada memang menumpuk sekali,” ujar Rheza Jumat (29/5/2026). 

Ia menyebut, jumlah aduan lampu jalan sempat mencapai lebih dari 9 ribu laporan.

Namun hingga akhir April 2026, seluruh tunggakan aduan berhasil diselesaikan.

“Alhamdulillah per 30 April kemarin kita sudah nolkan,” katanya. 

Meski demikian, laporan baru tetap masuk setiap hari dari berbagai wilayah di Makassar dengan jumlah sekitar 20 hingga 40 aduan per hari.

Untuk mempercepat penanganan, PJU kini mengoperasikan delapan tim lapangan yang bekerja dengan sistem shift pagi dan sore.

Tambahan dua unit skylift dinilai penting agar respons terhadap laporan warga tetap cepat.

“Insyaallah tahun ini kita ada dua penambahan skylift,” ujarnya.

Rheza menjelaskan, armada baru tersebut sengaja menggunakan produk dalam negeri.

Keputusan itu diambil setelah banyak kendala ditemukan pada skylift lama yang merupakan produk impor, terutama soal sparepart dan proses perbaikan.

Menurutnya, kendaraan impor memiliki kesulitan besar saat proses perbaikan.

“Kalau rusak setengah mati diperbaiki. Pertama sparepart pasti mahal kalau impor,” katanya.

Ia juga menyoroti desain armada impor yang menyulitkan teknisi saat melakukan pengecekan kerusakan.

Sementara pada produk lokal, bagian selang dan komponen lebih mudah diakses.

“Kalau produk lokal ada semacam pintunya, jadi bisa langsung dilihat yang bocor,” ujarnya.

Dengan sistem itu, proses perbaikan armada diharapkan lebih cepat dan efisien.

Setiap unit skylift baru disebut memiliki nilai pengadaan sekitar Rp1,8 miliar.

“Kurang lebih Rp1,8 miliar per unit,” ujarnya.

Saat ini, PJU Makassar memiliki sekitar 20 kendaraan operasional.

Namun hanya delapan unit yang masih aktif digunakan di lapangan.

Delapan armada tersebut digunakan untuk melayani seluruh wilayah Kota Makassar dengan sistem shift pagi dan sore.

Wilayah selatan Makassar disebut masih menjadi daerah dengan aduan lampu jalan terbanyak.

“Wilayah Selatan, Tamalate, Rappocini, daerah sini,” ujarnya.

Meski keterbatasan armada dan personel masih menjadi kendala, PJU optimistis penanganan lampu jalan akan semakin maksimal dengan tambahan skylift baru tersebut. 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved