Kapolda Sebut Ada Kelompok yang Ingin Bikin Rusuh Sulsel, Terkait Aksi Geng Motor Marak?
Dalam pemaparannya, Kapolda menyebut dari 25 polres jajaran Polda Sulsel, sebanyak 22 polres menerima laporan tindak kriminal.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkap informasi intelijen terkait pergerakan kelompok tertentu yang ingin membuat rusuh Sulawesi Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Djuhandhani saat merilis hasil pengungkapan kasus kejahatan yang ditangani jajaran Polda Sulsel sepanjang Mei 2026 di Mapolrestabes Makassar, Selasa (26/5/2026).
Dalam pemaparannya, Kapolda menyebut dari 25 polres jajaran Polda Sulsel, sebanyak 22 polres menerima laporan tindak kriminal.
Mulai dari kasus begal, geng motor, pencurian kendaraan bermotor, hingga penganiayaan berat.
Total terdapat 148 laporan polisi dengan 176 terduga pelaku yang berhasil diamankan.
Polisi juga menyita satu unit mobil, 123 sepeda motor hasil curian, 2.091 anak panah, 96 senjata tajam jenis parang, badik, golok, dan samurai, serta sejumlah kunci letter T dan linggis.
Namun, Kapolda menegaskan bahwa laporan intelijen tersebut tidak terkait dengan maraknya aksi geng motor di Makassar dan beberapa daerah lain dalam beberapa bulan terakhir.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan aksi tersebut masih didominasi kenakalan remaja dan belum ditemukan adanya pengendalian terstruktur.
“Hasil evaluasi kami, tidak ada pengendalian. Ini spontanitas sekumpulan anak-anak yang berkumpul lalu melakukan aksi kebut-kebutan hingga berujung tindak pidana,” ujarnya.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap mewaspadai adanya kelompok tertentu yang diduga memiliki agenda politik dan berpotensi memanfaatkan situasi untuk menciptakan kerusuhan.
Kapolda meminta seluruh jajaran kapolres bertindak tegas terhadap setiap aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau ada yang membuat situasi tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulsel, lakukan penegakan hukum secara tegas,” tegasnya.
Menurut Djuhandhani, informasi intelijen tersebut menjadi peringatan dini bagi aparat kepolisian agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di Sulsel.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, mengatakan pihaknya masih melakukan langkah antisipasi menyusul adanya indikasi awal terkait potensi gangguan keamanan tersebut.
“Kami melakukan antisipasi agar hal itu tidak terjadi. Potensinya ada dan bisa mengarah pada gangguan keamanan,” ujarnya.
Namun, Didik belum merinci kelompok maupun agenda yang dimaksud dalam informasi intelijen tersebut.(*)
| 176 Bandit Ditangkap di Sulsel Sebulan Terakhir: Makassar Kota Paling Rawan, 3 Daerah Paling Aman |
|
|---|
| Remaja 17 Tahun Salah Satu Pelaku Geng Motor yang Tebar Teror di Pettarani |
|
|---|
| Ibu-ibu Penjual Nasi Kuning Diserang Geng Motor Makassar, Anak Panah Tertancap di Dada |
|
|---|
| 5 Anggota Geng Motor di Makassar Ditangkap Usai Teror Warga di Jl Maccini Pasar Malam, 4 Pelajar |
|
|---|
| 10 Anggota Geng Motor Penyerang Warga di Maros Ditangkap, Polisi Sita Busur dan Parang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kapolda-Sulsel-Irjen-Djuhandhani-Rahardjo-Puro-rilis-kasus-kejahatan-mei-2026.jpg)