Doktrin Senyap di Balik Gawai, 5 Anak di Makassar Terpapar Paham Radikal
Karakteristik korban paham radikal rata-rata masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini
Ringkasan Berita:
- Lima anak di Makassar terdeteksi terpapar pemahaman ekstrem dan radikal
- Mirisnya, penyebaran paham ini tidak dilakukan lewat tatap muka langsung
- Kelima anak itu terpapar paham radikal akibat kecanggihan teknologi seperti media sosial hingga platform permainan daring (game online)
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ancaman terorisme tak lagi sekadar menyasar ruang-ruang terbuka, melainkan telah menyelinap halus ke dalam kamar-kamar anak melalui layar gawai.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Makassar mengungkap fakta mengejutkan: sedikitnya lima anak di Makassar terdeteksi terpapar pemahaman ekstrem dan radikal.
Mirisnya, penyebaran paham ini tidak dilakukan lewat tatap muka langsung, melainkan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti media sosial hingga platform permainan daring (game online).
Menyasar Anak Pintar dari Keluarga Mapan
Kepala Dinas PPA Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, membeberkan karakteristik para korban yang rata-rata masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini.
Mereka bukanlah anak-anak yang bermasalah di sekolah, melainkan anak-anak dengan rekam jejak akademik yang baik.
"Yang kami dapatkan sampai tahun ini ada lima anak. Rata-rata anak SMP yang pintar, dari keluarga menengah ke atas. Pribadinya tenang, tapi memang tipikal yang asyik sendiri menghabiskan waktu di depan laptop atau gawai," ungkap Ita Isdiana Anwar kepada tim Saksi Kata Senin (25/5/2026).
Tautan (link) terlarang yang mereka klik secara tidak sengaja saat bermain game online menjadi pintu masuk.
Dari sana, anak-anak tersebut digiring masuk ke dalam sirkel tertutup.
Polisi mendeteksi sedikitnya ada 28 kelompok grup WhatsApp (WA) radikal yang aktif, dan lima anak Makassar ini berada di dalamnya.
Operasi Senyap Bersama Densus 88
Penanganan kasus ini dilakukan dengan tingkat kerahasiaan tertinggi.
Sejak tahun lalu, Dinas PPA bersama Dinas Sosial bergerak mendampingi tim Korps Burung Hantu atau Densus 88 Anti Teror Polri untuk melakukan pelacakan langsung ke rumah para korban.
Ita menceritakan betapa tegang dan ketatnya prosedur di lapangan demi melindungi identitas si anak.
| Tim Kesehatan Unhas Siapkan Program Pengabdian di Selayar |
|
|---|
| Peduli Pendidikan, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi SD Aisyiyah Pangkep Rp100 Juta |
|
|---|
| Lubang Maut di Jalan Haji Andi Mukadas Parepare Perenggut Nyawa Prajurit TNI |
|
|---|
| Nestapa Mahasiswi Korban Lowongan Kerja Semu dan Akhir Pelarian Sang Predator |
|
|---|
| Zulkifli Syukur Akhiri Tugas Dirtek PSM Makassar, Buka Peluang Jabatan Baru |
|
|---|