Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tiap Hari Macet Parah, Kapan Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Selesai? Ini Jawaban Kontraktor

Proses pengerjaan di segmen ini membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan konstruksi beton.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
Tribun Timur/ Faqih Imtiyaaz
PERBAIKAN JALAN AROEPALA - Aktivitas pengerjaan betonisasi di ruas Jalan Aroepala, Makassar, Rabu (20/5/2026). Proyek perbaikan jalan ini dikebut dengan target rampung pertengahan Juni 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perbaikan ruas Jalan Hertasning-Aroepala mulai dari Jalan AP Pettarani hingga Jembatan 1 telah rampung diaspal. 

Kondisi jalan di jalur tersebut juga sudah mulus dan kembali nyaman dilalui pengendara.

Sementara itu, pengerjaan masih berlangsung pada ruas Jembatan 1 hingga Jembatan 2 atau perbatasan Makassar-Gowa.

Proses pengerjaan di segmen ini membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan konstruksi beton.

Pengguna jalan, khususnya warga yang setiap hari melintas di ruas Jalan Hertasning-Aroepala di Makassar hingga Jalan Tun Abdul Razak di Gowa, mengaku senang karena jalan yang sebelumnya rusak parah kini mulai diperbaiki.

Namun di sisi lain, warga juga mengeluhkan kemacetan panjang akibat penutupan satu lajur selama proses betonisasi berlangsung.

Keluhan paling sering disampaikan pengendara yakni terkait kepastian waktu penyelesaian proyek tersebut.

Kemacetan parah memang hampir terjadi setiap hari di ruas Jalan Aroepala, terutama pada jam sibuk dari arah Makassar. 

Pantauan di lokasi, pengerjaan saat ini difokuskan pada satu lajur arah Makassar menuju Gowa sehingga kendaraan hanya dapat antre melintasi lajur sempit dan rusak.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas BMBK Sulsel, Ahmad Wildani mengatakan, pengerjaan kini memasuki tahap lean concrete atau lapisan dasar beton sepanjang satu kilometer di jalur Makassar menuju Gowa.

"Pekerjaan dilakukan di jalur tengah dekat median agar akses warga sekitar tetap terbuka meski hanya satu lajur yang dapat digunakan," ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Direktur PT Tri Star Mandiri, Ferry memperkirakan proyek betonisasi rampung pada pertengahan Juni 2026.

Ia menjelaskan, proses pengeringan beton normalnya membutuhkan waktu sekitar 28 hari.

Namun pihak kontraktor menggunakan teknologi geotekstil untuk mempercepat pemadatan dan pengeringan konstruksi.

Proyek betonisasi tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan Jalan Hertasning-Aroepala-Tun Abdul Razak dan Jalan Yasin Limpo yang dibagi dalam tiga segmen.

Khusus ruas Aroepala-Tun Abdul Razak sepanjang 1,8 kilometer dipilih menggunakan konstruksi beton semen sesuai arahan Dinas PU Bina Marga Sulsel.(faqih)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved