Gerakan Berisik Makassar Tuntut Pembebasan 9 WNI yang Disandera Zionis Israel
Aksi yang digelar kelompok “Gerakan Berisik” itu berlangsung di Jalan AP Pettarani
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah relawan dan aktivis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi solidaritas untuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Aksi yang digelar kelompok “Gerakan Berisik” itu berlangsung di Jalan AP Pettarani, dekat Fly Over Panakkukang, Kamis (21/5/2026) sore.
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk dan pamflet berisi seruan pembebasan relawan kemanusiaan asal Indonesia.
Sejumlah peserta aksi juga tampak mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap para relawan.
Salah satu spanduk bertuliskan “Aksi Solidaritas Bela Palestina”, sementara pamflet lain memuat tulisan “Doa Untuk Pejuang Kemanusiaan” disertai foto salah seorang relawan, Andi Angga Prasadewa.
Penggerak aksi, Amir, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap nasib para relawan kemanusiaan yang ditahan saat misi menuju Gaza.
“Sebagai masyarakat umum, kami mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli dan bersuara dari akar rumput,” ujarnya.
Menurut Amir, aksi solidaritas itu juga diharapkan dapat mendorong pemerintah agar lebih serius menangani kasus penahanan relawan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla.
Ia berharap pihak berwenang segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan yang masih ditahan.
“Kami berharap ini bisa menggugah pihak berwenang untuk segera melakukan tindakan tegas dan membebaskan para aktivis yang ditahan,” katanya.
Amir menambahkan, “Gerakan Berisik” merupakan wadah aspirasi masyarakat yang memilih menyuarakan kepedulian melalui aksi jalanan.
Terkait informasi dugaan penyiksaan terhadap relawan yang ditahan, Amir mengaku pihaknya juga menerima kabar tersebut, namun belum memperoleh identitas korban secara pasti.
Berdasarkan data Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dan dilaporkan ditahan di perairan Mediterania.
Mereka masing-masing Andi Angga Prasadewa, Bambang Noroyono alias Abeng, Thoudy Badai Rifan Billah, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Dua di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, yakni Andi Angga Prasadewa dari Makassar dan Asad Aras Muhammad dari Kabupaten Sinjai.(*)
| Ibu Asad Aras Muhammad di Sinjai Belum Dapat Kabar Pembebasan Anaknya di Israel |
|
|---|
| Israel Bebaskan 2 Relawan dari Sulsel Andi Angga Prasadewa dan Asad Aras Muhammad |
|
|---|
| Andi Hamzah Ungkap Pesan yang Selalu Ditujukan untuk Angga Prasadewa |
|
|---|
| Alumni IMMIM Doakan Andi Angga Segera Bebas dari Penahanan Israel |
|
|---|
| Pemprov Sulsel Koordinasi Kemenlu Usai Dua Warganya Ditangkap Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gerakan-berisik-tuntut-pembebasan-sandera.jpg)