Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mirip Sungai, Pertigaan Jl AP Pettarani-Jl Yusuf Daeng Ngawing Makassar Tergenang

Retno Noviana, mengatakan, kondisi hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Genangan di pertigaan Jl AP Pettarani-Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (18/5/2026) siang. Beberapa pengendara motor harus menurunkan kecepatan karena genangan air. 
Ringkasan Berita:
  • Staf Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, mengatakan, kondisi hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti
  • Khususnya, di wilayah Kota Makassar, dan sekitarnya

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan yang mengguyur sejak malam, hingga hari ini, mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tergenang.

Seperti terpantau di pertigaan Jl AP Pettarani-Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (18/5/2026) siang.

Genangan setinggi betis orang dewasa itu, tampak menggenangi ruas jalan depan kantor BKKBN Sulsel itu.

Pertigaan ruas jalan ini, juga merupakan akses jalan menuju rumah dinas Wakil Gubernur Sulsel.

Ruas jalan ini, memang menjadi langganan banjir tiap musim penghujan.

Beberapa pengendara, pun harus menurunkan kecepatan saat melintasi genangan.

Terpisah Staf Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, mengatakan, kondisi hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti.

Khususnya, di wilayah Kota Makassar, dan sekitarnya.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Sulawesi Selatan," imbuhnya.

Kondisi hujan di musim kemarau itu, lanjut dia, dipengaruhi oleh empat gelombang.

Empat gelombang ekuator, itu kata Retno, Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin.

"(Ini) secara bersamaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," ujarnya 

Selain itu, lanjut Retno Noviana, suhu muka laut yang hangat di Laut Banda meningkatkan suplai uap air ke atmosferbyang dibawa oleh angin timuran.

"Sehingga membawa massa udara lembap menuju Sulawesi Selatan sehingga peluang hujan cukup tinggi di Sulawesi Selatan," tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved