Prancis Kepincut Potensi Kreatif Makassar, Dari Sastra hingga Sinema
Tahun ini, MIWF menghadirkan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone bersama sutradara film asal Prancis, Philippe Claudel.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 memperkuat diplomasi budaya Indonesia-Prancis melalui sastra, film, dan pertukaran gagasan lintas negara.
- Prancis menilai Makassar memiliki energi kreatif kuat dan berpotensi menjadi pusat kerja sama budaya, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
- Philippe Claudel mengapresiasi antusiasme anak muda Makassar di MIWF 2026 dan menilai sastra menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan antarmanusia di tengah dunia yang semakin keras.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis menguat dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026.
Festival literasi terbesar di kawasan timur Indonesia itu menjadi ruang pertemuan sastra, film, dan gagasan lintas negara.
Tahun ini, MIWF menghadirkan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone bersama penulis sekaligus sutradara film asal Prancis, Philippe Claudel.
Kehadiran delegasi budaya Prancis itu menjadi kali pertama negara tersebut terlibat langsung dalam festival yang digagas Lily Yulianti Farid.
Di sela kegiatan MIWF, rombongan Kedubes Prancis bertandang ke Kantor Kompas TV, Jl Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Jumat (15/5/2026).
Mereka disambut pimpinan dan kru Kompas Gramedia (KG).
Corcom Director KG Glory Rosari Oyong, Pemimpin Redaksi Tribun Timur Nur Thamzil Thahir, serta jajaran pimpinan Harian Kompas Biro Makassar, Kompas.com, dan Kompas TV Makassar.
Baca juga: Bawakan Puisi Aan Mansyur, Munafri Bawa Ingatan Penikmat MIWF Kembali ke Rumah
Di Studio Kompas, Fabien Penone mengungkapkan kekagumannya terhadap Makassar.
Ia menilai kota ini memiliki energi kreatif yang kuat, terutama dari kalangan anak muda.
“Ini adalah salah satu kota favorit kami dan saya sangat senang berada di sini untuk mengembangkan kerja sama kita lebih lanjut,” kata Penone.
Menurutnya, Prancis kini tengah memperluas diplomasi budaya dengan Indonesia, tidak hanya berpusat di Jakarta.
Makassar dinilai menjadi salah satu kota penting dalam pengembangan kerja sama budaya, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
Penone mengatakan, hubungan yang dibangun Prancis dengan Makassar tidak hanya menyentuh dunia sastra, tetapi juga perfilman.
Kedutaan Besar Prancis bahkan terus mengikuti perkembangan sineas muda asal Makassar, Khozy Rizal.
Nama Khozy Rizal disebut semakin mendapat perhatian setelah film terbarunya masuk program
Critics’ Week di Festival Film Cannes.
Penone mengaku pihaknya telah mengikuti perjalanan kreatif Khozy sejak film pendek pertamanya.
“Kami bekerja sama dengan industri sinema Anda di Makassar, tetapi kami pikir penting juga untuk bekerja di bidang sastra dan buku,” ujarnya.
Sementara itu, Philippe Claudel menilai sastra memiliki kekuatan besar untuk mendekatkan manusia di tengah dunia yang semakin keras dan penuh jarak sosial.
“Di dunia yang aneh dan keras ini, kita perlu mengenal satu sama lain dengan lebih baik,” kata Claudel.
Penulis novel Les Ames Grises itu mengaku terkesan dengan antusiasme anak muda Makassar yang memenuhi forum-forum diskusi MIWF 2026.
Menurutnya, suasana festival terasa hidup dan penuh semangat.
“Ada suasana yang penuh semangat, dan saya merasa sangat penting bagi anak muda dari Makassar untuk datang ke festival ini,” ujarnya.
Dalam festival tersebut, Claudel juga mengikuti diskusi tentang surealisme dan realisme magis antara sastra Prancis dan Indonesia.
Diskusi itu memperlihatkan bagaimana karya sastra dari dua budaya berbeda dapat saling terhubung lewat pengalaman manusia yang universal.
Philippe Claudel sendiri dikenal sebagai salah satu penulis dan sutradara terkemuka asal Prancis.
Namanya mendunia lewat novel Les Ames Grises (Grey Souls) yang terbit pada 2003 dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Selain aktif menulis novel seperti Brodeck’s Report dan Monsieur Linh and His Child, Claudel juga sukses di dunia perfilman. Film debutnya, I’ve Loved You So Long (Il y a longtemps que je t’aime), mendapat perhatian internasional dan dibintangi aktris Kristin Scott Thomas.
Melalui MIWF 2026, diplomasi budaya Prancis di Makassar tak lagi sekadar pertemuan formal antarnegara.
Sastra, film, dan kreativitas anak muda menjadi jembatan baru yang mempertemukan dua budaya dalam ruang yang lebih akrab dan setara.(*)
| 387 JCH Sultra Masuk Asrama Haji Sudiang Makassar |
|
|---|
| 520 Calon Mahasiswa Lulus Tahap I, IAI STIBA Makassar Buka Peluang di Gelombang II hingga Juli |
|
|---|
| Sambut HUT ke-14, Aston Makassar Ajak Anak-anak Belajar Hospitality Lewat Kid’s Hotel Adventure |
|
|---|
| Prof Hambali: 54 Judul Penelitian Dosen UMI Lolos Pendanaan DPPM |
|
|---|
| Kloter 34 Dilepas Embarkasi Makassar, Berangkat ke Jeddah Malam Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260515-Talkshow-Duta-Besar-Prancis-untuk-Indonesia-Fabien-Penone.jpg)