Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulselbar Penyumbang Beras Terbesar Kedua Nasional

Sulselbar menjadi penyumbang terbesar kedua di Indonesia untuk ketersediaan beras secara nasional.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BERAS SULSEL -  Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta (pegang piring), saat perayaan hut ke 59 Perum Bulog di Baruga Lappo Ase, Jl AP Pettarni Makassar, Senin (11/5/2026). Bulog Sulselbar jadi penyumbang terbesar kedua stok beras di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsbar) menyumbang 20 persen stok nasional ke seluruh Indonesia.

Saat ini, stok beras nasional mencapa 5,2 juta ton.

Lalu, stok untuk Sulselbar ada sebanyak 895 ribu ton.

Sulselbar menjadi penyumbang terbesar kedua di Indonesia untuk ketersediaan beras secara nasional.

Hal itu diungkap oleh, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, saat perayaan ke-59 Perum Bulog di Baruga Lappo Ase, Jl AP Pettarni Makassar, Senin (11/5/2026).

Tema yang di angkat dalam perayaan ke-59 itu adalah Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan. 

“Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memberikan sumbangan kurang lebih 17 sampai 20 persen terhadap stok nasional yang ada di Indonesia,” kata Karmila kepada Tribun Timur.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti pentingnya peran Bulog Sulselbar dalam menjaga stabilitas pangan nasional, sejalan dengan tema HUT ke-59 Bulog tahun ini.

Karmila mengaku, Bulog tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok beras, tetapi juga menjaga kestabilan harga baik di tingkat konsumen maupun produsen.

“Harapannya ke depan tidak hanya sekadar stok, tetapi harga di tingkat konsumen dan produsen juga bisa tetap stabil,” ungkapnya.

Selain menjaga stok, Bulog Sulselbar juga menjalankan program Penyaluran Bantuan Pangan yang merupakan program dari Badan Pangan Nasional

Untuk alokasi Februari hingga Maret, tercatat sekitar 2 juta penerima bantuan pangan di wilayah Sulsel dan Sulbar.

Program lainnya adalah penyaluran SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. 

Program ini dijalankan melalui Gerakan Pangan Nasional yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Bulog untuk menjual beras SPHP langsung kepada masyarakat.

“Kita lakukan langsung di tengah masyarakat agar penyaluran tepat sasaran,” ujarnya.

Karmila juga menyebut, stok 895 ribu ton yang dimiliki Bulog Sulselbar saat ini menjadi capaian terbesar sepanjang sejarah Bulog di wilayah tersebut.

Karena itu, pihaknya terus menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran stok agar tidak terjadi penumpukan beras di gudang.

“Harapannya beras yang ada di gudang Bulog tetap fresh dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk menjaga stok beras yang saat ini.

"Maka dalam rangka mengantisipasi kejadian nanti adanya El Nino yang berdampak pada biasanya menurunnya produksi maupun potensi panen yang tidak sebesar biasanya," katanya.

Sebagai langkah awal, Ia memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan optimal di seluruh daerah. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved