Jalur Afirmasi SPMB Sulsel Akomodir Murid Tidak Mampu, Wajib Terdaftar DTSEN
Calon murid yang memilih jalur afirmasi menetap di dalam ketentuan Domisili sekolah yang bersangkutan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga menerima lewat Jalur Afirmasi.
Jalur afirmasi merupakan jalur pendaftaran SPMB diperuntukkan bagi calon murid dalam kategori berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.
Sesuai ketentuan calon Murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu harus terdata keikutsertaannya dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari pemerintah pusat naupun pemerintah daerah.
Jalur ini memfasilitasi calon murid dari desil 1 sampai 4.
Calon murid yang memilih jalur afirmasi menetap di dalam ketentuan Domisili sekolah yang bersangkutan.
Nantinya bisa memilih maksimal 3 sekolah pada domisili yang telah ditetapkan.
Apabila mendaftar melalui jalur afirmasi melebihi jumlah kuota yang ditetapkan, maka pemenuhan kuota dilakukan berdasarkan peringkat jarak alamat rumah ke sekolah pilihan.
Jika jarak tempat tinggal calon Murid dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota terakhir berdasarkan urutan usia tertua dan urutan pendaftaran.
"Kalau afirmasi anak-anak tidak perlu lagi bawa berkas di sekolah. Simpel karena datanya sudah kami integrasikan dengan DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional)," kata Tim Teknis SPMB Sulsel Muliayama Tanjung dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).
Dalam hal kuota jalur afirmasi belum terpenuhi, maka sisa kuota ditambahkan ke dalam kuota jalur prestasi akademik.
"Ketika datanya di DTSEN ada, maka otomatis tercentang hijau. Dia bisa mendaftar afirmasi," lanjutnya.
Jalur afirmasi juga mengakomodir calon murid penyandang disabilitas.
Ketentuannya memiliki penyandang disabilitas yang dikeluarkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial.
Serta surat keterangan dari dokter atau dokter spesialis.
Sesuai aturan, sekolah harus tetap menerima apabila ada penyandang disabilitas ingin bersaing masuk sekolah tersebut.
Sehingga Disdik Sulsel menyarankan pihak sekolah mengundang penyandang disabilitas tersebut ke sekolah dulu.
"Itu adalah aturannya, yang bisa menolak mendaftar di sekolah tersebut adalah orangtuanya. Kemarin kami sarankan ke satuan pendidikan, Ketika ada penyandang disabilitas akan mendaftar, silahkan undang anak dan orangtuanya untuk melihat bagaimana proses mengajar disekolahnya," kata Muliayama.
Jalur afirmasi dan penyandang disabilitas kuotanya 30 persen.
Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin memastikan persaingan masuk sekolah diseluruh jalur tetap harus memperhatikan standar kelulusan.
"Tentu mengikuti standar, instrumen penilaian penentuan masuk jalur domisili," kata Iqbal.
Dengan skema ini, Disdik Sulsel menyakini proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lebih adil.
Sebab memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh calon peserta didik di berbagai wilayah.
Selain jalur afirmasi, ada juga jalur domisili, perpindahan orangtua dan prestasi.
Pendaftaran SMA akan dibuka pada Juni mendatang
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Kecamatan Kesulitan Tertibkan Penjual Buroncong di Hertasning Makassar |
|
|---|
| Calon Jemaah Haji Kloter 19 Asal Mamuju Wafat di Makassar, PPIH Sampaikan Duka Mendalam |
|
|---|
| Ahmad Amiruddin Ingin PSM Makassar Segera Kunci Tiket Super League, Enggan Bergantung Tim Lain |
|
|---|
| Sambutan Pelepasan-Penerimaan Haji Diminta Singkat, Terlalu Lama Bisa Ganggu Fisik Jamaah |
|
|---|
| Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Sektor Pertanian dan Industri Penopang Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SPMB-SULSEL-Sistem-Penerimaan-Murid-Baru-SPMB-Sulsel.jpg)