Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Operasi Senyap Usai Subuh, Satpol PP Mamajang Urai Kemacetan di Pasar Tumpah Pt Famos

Operasi penertiban sekitar 15 lapak pedagang kaki lima (PK 5) di bahu jalan utama selatan kota ini, jadi penentu.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
PENERTIBAN - Mobil mengangkut barang di pasar tumpah Jl Cendrawasih Makassar, Selasa (5/5/2026). Kepadatan lalu lintas harian di pertigaan Jl Baji Dakka - Cenderawasih dan Jl Pasar Pt Famos tak lagi terlihat. 

Ringkasan Berita:
  • Kemacetan harian di pertigaan Pasar tumpah PT Famos, Jl Opu Daeng Risadju, Makassar, mulai terurai sejak Selasa (5/5/2026) pagi. 
  • Hal ini terjadi setelah penertiban sekitar 15 lapak pedagang kaki lima di bahu jalan utama. 
  • Arus lalu lintas yang sebelumnya padat kini kembali lancar tanpa hambatan berarti.

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Kemacetan harian dan perlambatan arus lalu lintas di pertigaan Pasar tumpah Pt Famos, Jl Opu Daeng Risadju (d/h Jl Cenderawasih), Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, sejak Selasa (5/5/2026) pagi, mulai terurai.

Kepadatan lalu lintas harian di pertigaan Jl Baji Dakka - Cenderawasih dan Jl Pasar Pt Famos, tak lagi terlihat. 

Operasi penertiban sekitar 15 lapak pedagang kaki lima (PK 5) di bahu jalan utama selatan kota ini, jadi penentu.

"Sudah shalat Subuh, Satpol PP dan Pak Camat sudah apel di sini, jam 06.30 sudah bersih," kata Haerullah, security gedung Tribun, menggambarkan persiapan operasi terukur ini, pukul 10.20 Wita.

Operasi relokasi dan penertiban pedagang kaki lima ini, bagian dari program serentak pemerintah kota Makassar, sejak akhir 2025 lalu.

Operasi ini menyasar pedagang kaki lima pada bahu jalan dan trotoar ruas jalan protokol 14 kecamatan di Makassar.

Baca juga: 64 Pedagang Ditertibkan di Pasar Cendrawasih Makassar, Pemkot: Bukan Dilarang, Tapi Ditata

Sebanyak 50 personel Satpol PP Kota Makassar diterjunkan dalam operasi ini, dibantu aparat Kecamatan Mamajang.

Instansi lainnya juga dilibatkan seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, serta Satgas Kebersihan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kasatpol PP Makassar, Hasanuddin, bersama Camat Mamajang, M Rizal ZR.

Penertiban difokuskan pada lapak pedagang yang berdiri di atas fasum dan menutup saluran air.

Kondisi ini dinilai mengganggu fungsi drainase dan berpotensi memicu genangan, terutama saat hujan deras.

Proses penertiban berlangsung relatif kondusif. Hampir tidak ada penolakan berarti dari para pedagang.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) bahkan secara sukarela membongkar lapaknya sendiri yang menutup drainase.

Hanya satu pedagang yang sempat memprotes saat dinding kiosnya yang menjorok ke jalan diminta dibongkar.

Lapak-lapak yang telah dibongkar langsung diangkut oleh Satgas Kebersihan menggunakan truk.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved