Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

64 Pedagang Ditertibkan di Pasar Cendrawasih Makassar, Pemkot: Bukan Dilarang, Tapi Ditata

Sebanyak 50 personel Satpol PP Kota Makassar diterjunkan dalam operasi ini, dibantu aparat Kecamatan Mamajang.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PENERTIBAN LAPAK - Suasana penertiban PKL di Pasar Cendrawasih, Jl Tanjung Bunga, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (5/5/2026). Penertiban dilakukan karena 64 pedagang sayur dan ikan berjualan di atas Fasum dan menutup saluran drainase. 

Lapak-lapak yang telah dibongkar langsung diangkut oleh Satgas Kebersihan menggunakan truk.

Setelah itu, petugas Dinas PU bergerak cepat membersihkan sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran drainase.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan fungsi aliran air kembali normal.

Penertiban terlihat berjalan terintegrasi antarinstansi, mulai dari penertiban fisik hingga penanganan teknis di lapangan.

Sudah Disosialisasikan Sejak Lama

Camat Mamajang, M Rizal ZR, menegaskan kelancaran penertiban tidak lepas dari sosialisasi yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Menurutnya, Lurah Sambung Jawa bersama PD Pasar, aparat kecamatan, serta RT/RW telah lebih dulu memberikan teguran kepada para pedagang.

“Awalnya teguran lisan, kemudian dilanjutkan dengan surat peringatan bertahap, mulai SP1, SP2, hingga SP3,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan waktu lebih dari satu bulan kepada pedagang untuk melakukan relokasi mandiri.

Diberi Waktu Sebulan untuk Relokasi

Dalam kurun waktu tersebut, pedagang diminta berpindah ke lods atau tempat jualan resmi yang telah disiapkan oleh PD Pasar.

Hasilnya, sebagian besar pedagang memilih kembali berjualan di dalam area pasar.

“Jadi hari ini fokus kita lebih ke pembersihan. Karena teman-teman pedagang sudah sadar dan kembali ke tempat yang semestinya,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, pendekatan persuasif menjadi kunci suksesnya penertiban tanpa konflik berarti.

“Kegiatan berjalan aman dan terkendali. Ada sedikit riak, tapi bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved