Perampokan di Makassar
Polisi Buru Perampok Bersenjata Rumah Mewah di Minasa Upa Makassar
Kompol Ismail telah menurunkan tim menyelidiki kasus perampokan disertai percobaan rudapaksa itu
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Di area pekarangan belakang rumah, terdapat kamar ART yang ditinggali S. Lokasinya tak jauh dari area dapur.
S yang tertidur pulas di dalam kamar, mulanya tak menyadari kehadiran pelaku.
Terlebih, penerangan dalam kamar dimatikan S sebelum tidur.
Berbekal senter ponsel yang dibawa, pelaku masuk lewat jendela.
Di dalam kamar, pelaku langsung membuka lemari korban.
Aksinya, terlihat sepintas oleh S. Namun, S mengira dirinya hanya berhalusinasi. Ia pun tak menghiraukan.
"Pasku pi napegang barupa sadar," ucap S sembari menunjuk punggungnya yang dirabah pelaku saat ditemui, Minggu malam.
Sadar aksinya dipergoki, pelaku pun mengancam S.
"Dia bilang jangki bergerak-jangko bergerak, bawaka pisau ini, ku bunuh ko ini,' ungkap S menirukan ancaman yang dilontarkan pelaku.
Senjata yang ditodong pelaku kata S, menyerupai badik.
Meski terancam, S tetap berusaha tenang sambil meminta pelaku mengembalikan ponselnya yang telah ia ambil.
"Saya bilang, mana hapeku, mana hapeku, terus dia bilang adaji, tapi kasihka (ucapan bernada sensual)," ujar S.
Permintaan pelaku itu membuat S gusar dan berontak lalu menendang pelaku.
"Napaksaka napegang iniku (bahuku) jadi kutendangki. Pas mauka berteriak, mauka nakasih (baring) jadi saya tendang kembali, baru ku dorongki, baru berteriakka, barupi lari," bebernya.
Pelaku yang kabur membawa ponsel dan hape dari dalam kamar, pun dikejar S.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260504-perampok-korban-pengancaman.jpg)