Lewat Makkah Route, Jamaah Haji Tak Perlu Antre Imigrasi di Arab Saudi
Proses verifikasi dilakukan menggunakan perangkat digital, termasuk pemindaian dokumen dan pengambilan data biometrik.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Pelaksanaan layanan Makkah Route untuk jamaah Embarkasi Makassar sudah diterapkan perdana tahun ini.
Program ini diklaim mampu mempercepat proses kedatangan jamaah di Arab Saudi sekaligus memberikan kenyamanan lebih selama perjalanan ibadah.
Dari pantauan Tribun Timur di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (3/5/2026) jamaah haji tampak dilayani secara cepat dan tertib oleh petugas sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Di ruang layanan, sejumlah petugas dari Arab Saudi terlihat mengenakan atribut resmi dengan syal hijau, melayani jamaah satu per satu di meja pemeriksaan.
Pin bendera Indonesia dan bendera Arab Saudi terpasang pada jas petugas Makkah Route.
Proses verifikasi dilakukan menggunakan perangkat digital, termasuk pemindaian dokumen dan pengambilan data biometrik.
Jamaah cukup menyerahkan paspor dan mengikuti arahan petugas tanpa prosedur yang berbelit.
Seorang jamaah lanjut usia terlihat tersenyum saat proses selesai dalam hitungan detik.
Fasilitas pendukung seperti komputer, kamera, dan alat pemindai telah disiapkan untuk mempercepat proses.
Setiap meja dilengkapi sistem terintegrasi yang memungkinkan data jamaah langsung diproses tanpa harus menunggu lama.
Ketua Tim Makkah Route Embarkasi Makassar, Alotaibi Obaid Fala, mengatakan jika layanan tersebut merupakan bagian dari inovasi pelayanan haji yang diberikan kepada pemerintah Indonesia.
"Proses makkah route ini membutuhkan waktu kurang lebih 2–3 menit kalau misalnya bermasalah, tapi kalau sistemnya lancar itu tidak sampai 5 detik,” katanya kepada Tribun Timur.
Menurutnya, kehadiran Makkah Route menjadi langkah maju dalam peningkatan kualitas layanan jamaah haji, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Kami sangat gembira sekali berada di Indonesia, apalagi di Kota Makassar, dan ini merupakan pertama kalinya proses makkah route di Makassar, dan semoga tahun ke depan akan berlanjut dengan proses seperti ini,” ungkapnya.
Melalui sistem ini, kata dia, jamaah tidak lagi perlu menjalani proses imigrasi saat tiba di Arab Saudi.
Setibanya di bandara tujuan, jamaah langsung diarahkan menuju bus untuk kemudian diberangkatkan ke hotel masing-masing, sementara bagasi sudah lebih dulu dikirim dan menunggu di tempat penginapan.
"Kemudian dari bus langsung menuju ke hotel, dan bagasi kopernya juga sudah menunggu di hotel masing-masing,” ujarnya.
Alotaibi menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah pelayanan maksimal kepada jamaah.
Makassar dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena merupakan salah satu embarkasi terbesar di Indonesia Timur, dengan konsentrasi jamaah yang cukup tinggi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG).
“Mungkin salah satunya yaitu bahwasannya Makassar ini embarkasi yang terbanyak di Indonesia Timur, jadi dikumpulkan di UPG,” ungkapnya.
Ke depan, lanjut dia, diharapkan layanan Makkah Route dapat diperluas ke embarkasi lain di wilayah Indonesia Timur.
“Mudah-mudahan di tahun selanjutnya, embarkasi-embarkasi yang lain yang ada di Indonesia Timur juga bisa melakukan seperti ini,” jelasnya.
| Kasus Korupsi Hibah ASITA, Kuasa Hukum MI Pertanyakan Status Tersangka |
|
|---|
| Sultan Hasanuddin Masuk 4 Bandara Terapkan Mecca Route di Indonesia Tahun 2026 |
|
|---|
| Ayo Ikut! Lomba Mewarnai RIRI di Gramedia Nipah Park Makassar, Hadiah Uang Tunai |
|
|---|
| RT/RW Kelurahan Balang Baru Dapat Edukasi Pemilahan Sampah dari Penyuluh Persampahan DLH Makassar |
|
|---|
| 51 Siswa Ikut CEQ, Al-Biruni Mandiri School Perkuat Standar Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-pelayanan-Makkah-Route-Embarkasi-Makassar-2026-66.jpg)