Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Amarah UMI

Yonif 700 Raider Bantah Anggotanya Terlibat Demo Ricuh Peringatan Amarah UMI

Perwakilan intelijen Yonif 700 Raider menegaskan, tidak ada satu pun personel mereka yang berada di lokasi saat aksi berlangsung.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Istimewa/Yonif 700 Raider
YONIF 700 - Danyonif 700, Letkol Inf Iwan Sunarya menemui suaib, warga Makassar yang dituduh sebagai anggota TNI, Sabtu (25/4/2026). Batalyon Infanteri (Yonif) 700 Raider membantah keras adanya keterlibatan anggotanya dalam peristiwa aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (24/4/2026) malam. 

Aksi saling lempar batu dan petasan antara pendemo dan kelompok ojol tak terhindarkan.

Polisi yang tiba di lokasi meminta driver ojol meninggalkan kampus.

Setelah itu, polisi melakukan penyisiran dalam kampus dan mengamankan puluhan mahasiswa.

Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, jenis busur, badik, kerambit dan senjata rakitan Papporo.

Kurang dari 8 jam, mahasiswa yang diamankan di Polrestabes Makassar itu, dipulangkan.

Hal ini disampaikan Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin.

"Sudah dipulangkan tadi jelang pagi. Mereka cuma didata, diambil keterangan dan dibina, setelah itu dipulangkan," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026) siang.

"Sekarang sudah tidak ada lagi mahasiswa yang diamankan di kantor, semua sudah dipulangkan," tambahnya.

Diketahui ada tiga mahasiswa UMI yang gugur dalam penyerbuan aparat kepolisian dalam kampus UMI, pada 24 April 1996.

Ketiganya adalah Andi Sultan Iskandar, Muh Tasrif, dan Syaiful Bya.

Nama mereka terus dikenang sebagai simbol perjuangan mahasiswa Makassar.

Tragedi Amarah sendiri bermula dari gelombang protes mahasiswa terhadap kebijakan kenaikan tarif angkutan kota di Makassar pada April 1996 yang dinilai memberatkan masyarakat kecil.

Saat itu, tarif angkutan kota naik dari Rp300 menjadi Rp500 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Makassar, yang kemudian memicu penolakan besar-besaran dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi. 

Pada 24 April 1996, aksi demonstrasi memanas setelah bentrokan terjadi antara mahasiswa dan aparat keamanan.

Situasi semakin ricuh ketika aparat bersenjata lengkap masuk ke area kampus UMI.(*)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved