Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gaungkan Hidup Sehat, 700 Peserta Meriahkan RSWS Run 5 Km di Makassar

Sepanjang rute, peserta berlari menyusuri jalur yang telah ditentukan, lalu finish di depan PCC.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Tribun-Timur.com/Rudi Salam
RSWS RUN - Suasana pelepasan peserta RSWS Run, Minggu (26/4/2026). RSWS Run diikuti ratusan peserta memperingati hari ulang tahun ke-33 RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar 

Ringkasan Berita:
  • RSWS Run 5K meriahkan HUT ke-33 RSUP Wahidin, diikuti sekitar 700 peserta di Makassar.
  • Ajang ini jadi sarana olahraga, edukasi, dan kampanye hidup sehat untuk cegah penyakit jantung.
  • RSUP Wahidin terus berkembang dengan fasilitas dan layanan, ditarget jadi rujukan kesehatan Indonesia timur.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Run 5 Km berlangsung meriah, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan digelar RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar memperingati hari ulang tahun ke-33.

Titik start dan finish di depan Private Care Center (PCC) RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias memadati area start. 

Peserta yang mengenakan kaus bernuansa biru tampak berbaur dalam semangat kebersamaan. 

Pelepasan peserta ditandai dengan kibaran bendera start oleh manajemen.

Sepanjang rute, peserta berlari menyusuri jalur yang telah ditentukan, lalu finish di depan PCC.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana rekreasi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, dr Annas Ahmad, menjelaskan jumlah peserta RSWS Run 2026 mencapai sekitar 700 orang.

Peserta terdiri dari eksternal, ditambah partisipasi pegawai internal rumah sakit.

“Harapannya kegiatan ini, selain memasyarakatkan informasi tentang layanan di RS Wahidin Sudirohusodo, juga membangun budaya hidup sehat kepada seluruh masyarakat, terutama warga Kota Makassar,” kata  Annas Ahmad, ditemui usai acara.

Annas Ahmad mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif, khususnya dalam menekan angka penyakit jantung.

Menurutnya, layanan jantung yang komprehensif bukan hanya soal kehebatan di meja operasi.

Tetapi yang paling penting adalah terkait bagaimana membangun promosi dan pencegahan kepada masyarakat agar tidak sampai menjadi penderita jantung. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved